Riau Bhayangkara Run 2026, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pekanbaru pada 19 Juli.

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:00:00 WIB
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio BW Wicaksana

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) – Pelaksanaan Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, akan diiringi rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Pekanbaru. Pengaturan arus kendaraan diberlakukan mulai pukul 05.00 WIB hingga 11.00 WIB untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio BW Wicaksana, menegaskan bahwa Jalan Jenderal Sudirman tidak akan ditutup sepenuhnya selama pelaksanaan kegiatan.

"Jalur sebelah kiri masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga mobilitas warga tetap terakomodasi meski dengan keterbatasan," ujar Satrio, Kamis (16/7/2026).

Untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, khususnya pekerja dan jemaat gereja, kepolisian telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif. Selama rekayasa berlangsung, putaran kendaraan di beberapa titik seperti Star City dan depan Mal Pekanbaru untuk sementara tidak dapat digunakan.

Sebanyak 180 personel Satlantas diterjunkan khusus mengatur arus lalu lintas, didukung sekitar 1.500 personel lainnya yang bertugas sebagai pagar betis guna menjamin keamanan dan kelancaran penyelenggaraan RBR 2026.

Bagi masyarakat yang memiliki keperluan di Gedung Dharma Wanita, disarankan menggunakan rute alternatif melalui Jalan Bunga – Jalan Tambusai – Jalan Sumatera – Jalan Patimura.

Sementara itu, akses menuju tempat ibadah juga tetap diprioritaskan. Jemaat HKBP di Jalan Hang Tuah dapat melintas melalui sisi kiri Jalan Sudirman, sedangkan jemaat GPIB di Jalan Sumatera diarahkan melalui Jalan Riau – Jalan Angkasa – Jalan Raja Muda, atau langsung melalui Jalan Sumatera sesuai kondisi lalu lintas.

Kepolisian juga memastikan akses bagi tenaga kesehatan serta pegawai RSUD melalui Jalan Hang Tuah tetap dibuka dengan pengawasan petugas di lapangan.

Masyarakat yang melintasi kawasan rekayasa lalu lintas diimbau membawa identitas diri dan menyampaikan keperluannya kepada petugas. Penutupan jalan dilakukan secara situasional dan tidak dimaksudkan menghambat aktivitas warga.

"Rekayasa ini kami lakukan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan seiring dengan pelaksanaan event berskala besar," kata Satrio.

Polresta Pekanbaru turut mengajak masyarakat mendukung suksesnya penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026, yang merupakan pelaksanaan keempat. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata Kota Pekanbaru.

Apabila rangkaian kegiatan selesai lebih cepat dari jadwal, pembukaan kembali ruas jalan akan dilakukan lebih awal menyesuaikan kondisi di lapangan.

Terkini