Semakin Meluas, Drone Petakan 80 Hektare Lahan Pematang Pudu Terbakar.

Jumat, 17 Juli 2026 | 21:30:00 WIB
Petugas Pemadam kebakaran saat mengevakuasi lahan terbakar di desa pematang pudu - Bengkalis.

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, terus meluas. Hingga Jumat (17/7/2026), hasil pemantauan udara menggunakan drone menunjukkan luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 80 hektare.

Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan tersebut. Operasi darat melibatkan tiga regu Manggala Agni dari Daops Dumai, Daops Siak, dan Daops Pekanbaru, bersama personel BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lain.

"Berdasarkan hasil pemantauan drone, estimasi luasan kebakaran di Pematang Pudu hingga hari ini mencapai sekitar 80 hektare," ujar Ferdian.

Untuk mempercepat pengendalian api, operasi darat diperkuat dengan dukungan tiga helikopter water bombing yang menjatuhkan air pada titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Menurut Ferdian, fokus utama operasi hari ini adalah menekan laju penyebaran api. Sementara itu, operasi pemadaman akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (18/7/2026) dengan strategi yang diperbarui, terutama dalam hal mobilisasi personel dan peralatan agar penanganan lebih efektif.

"Besok operasi akan kami lanjutkan dengan strategi yang diperbaiki, terutama terkait mobilisasi agar penanganan bisa lebih efektif," katanya.

Ia mengakui, medan menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu tantangan terbesar dalam operasi pemadaman. Waktu tempuh yang cukup lama membuat respons di lapangan tidak maksimal.

Selain itu, kondisi cuaca turut memperberat upaya pemadaman. Memasuki siang hari, kecepatan angin meningkat dan arah angin berubah-ubah sehingga kobaran api semakin cepat menjalar.

"Tadi pagi kendala utama kami adalah mobilisasi yang memakan waktu cukup lama. Memasuki siang, angin semakin kencang dan arahnya berubah-ubah sehingga menyulitkan proses pemadaman," pungkas Ferdian.

Terkini