BBKSDA Riau Pastikan Foto Harimau di Pasir Putih Kampar Hoaks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:20:31 WIB

KAMPAR, Cakrabangsa.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan informasi dan foto yang beredar di media sosial serta WhatsApp terkait dugaan kemunculan Harimau Sumatera di wilayah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, merupakan hoaks.

Klarifikasi tersebut disampaikan Plh. Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisidin, Kamis (13/8/2026), setelah tim melakukan penelusuran dan pemeriksaan langsung di lokasi yang disebut sebagai tempat kemunculan harimau pada 11-12 Agustus 2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim BBKSDA Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa/kelurahan, RT/RW, serta masyarakat tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.

“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan jejak Harimau Sumatera di lokasi yang disebut dalam informasi tersebut,” kata Ujang.

Selain jejak, petugas juga tidak menemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang dapat mengindikasikan keberadaan satwa tersebut.

Ujang menjelaskan, informasi mengenai dugaan kemunculan harimau tersebut diketahui berasal dari sebuah pesan yang kemudian diteruskan ke sejumlah grup WhatsApp warga hingga akhirnya menjadi viral.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan, koordinasi dengan unsur terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, informasi mengenai kemunculan Harimau Sumatera sebagaimana foto tersebut dinyatakan sebagai hoaks,” tegasnya.

Meski demikian, BBKSDA Riau mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada ketika beraktivitas. Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar.

“Apabila menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar, jangan mengambil tindakan sendiri. Segera dokumentasikan temuan dengan jelas dan, apabila aman dilakukan, lakukan pengukuran jejak sebagai pembanding ukuran,” ujar Ujang.

Masyarakat juga diminta mencantumkan titik koordinat atau lokasi penemuan dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Riau agar dapat dilakukan pemeriksaan serta langkah mitigasi apabila ditemukan potensi konflik satwa liar.

“Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto maupun informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjadi masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” pungkas Ujang.

BBKSDA Riau mengajak masyarakat untuk tetap waspada, bijak bermedia sosial, serta bersama-sama menjaga kelestarian satwa liar.

Terkini