Berharap Hujan Turun, Kapolda Riau dan Pangdam Salat Istisqa Usai Tinjau Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 17:01:18 WIB

INDRAGIRI HULU (Cakrabangsa.com) - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (16/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran sekaligus memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, Kapolda dan Pangdam turut didampingi Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Indragiri Hulu.

Selain memantau penanganan Karhutla, rombongan juga melaksanakan salat istisqa setelah menunaikan salat Zuhur. Salat tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

Desa Pulau Jumat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus. Kebakaran yang terdeteksi sejak 7 September 2026 itu telah menghanguskan sekitar 150 hektare lahan. Dari luasan tersebut, sekitar 100 hektare telah berhasil dipadamkan.

Namun, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi personel gabungan. Lokasi kebakaran didominasi semak belukar dan lahan gambut, ditambah angin kencang serta akses menuju titik api yang sulit dijangkau.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan maksimal, sekaligus mengevaluasi kebutuhan personel maupun sarana pendukung.

"Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan dengan baik," kata Herry.

Sebanyak 157 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di lokasi tersebut. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Penanganan dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya menggunakan cairan formula X-Fire, mendirikan posko, serta mengerahkan tiga alat berat untuk membuat sekat bakar sekaligus membuka akses jalan menuju lokasi kebakaran.

Tim gabungan juga membangun embung yang dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

Herry menegaskan, penanganan Karhutla di lahan gambut tidak boleh berhenti hanya karena api di permukaan sudah tidak terlihat. Bara yang masih tersimpan di bawah permukaan berpotensi kembali memicu kebakaran.

"Khusus terhadap lokasi yang telah memasuki tahap pendinginan, saya sudah menekankan kepada jajaran agar tidak lengah dan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan harus dipastikan benar-benar tuntas, kemudian dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala," tegasnya.

Berdasarkan pemantauan Dashboard Lancang Kuning pada Selasa (15/9/2026) hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 48 hotspot di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 titik berada di Kabupaten Indragiri Hulu, termasuk tiga titik dengan kategori kepercayaan tinggi.

Kondisi tersebut membuat Indragiri Hulu menjadi salah satu fokus utama penanganan Karhutla. Polda Riau mencatat terdapat sembilan lokasi kebakaran yang menjadi perhatian di kabupaten tersebut.

Selain Desa Pulau Jumat, penanganan juga dilakukan di Desa Sipang, Pauh Ranap, Paya Rumbai, Talang Lakat, serta sejumlah lokasi lainnya yang telah memasuki tahap pendinginan.

Kapolda juga memerintahkan seluruh jajaran untuk segera melakukan pengecekan lapangan terhadap hotspot kategori tinggi dan sedang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah titik yang terdeteksi merupakan api aktif, bara, atau anomali panas lainnya.

"Hotspot kategori High dan Medium kami perintahkan untuk segera dilakukan ground check dan verifikasi di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak serta sinergi seluruh unsur yang berada di lapangan.

Menurut Agus, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat harus terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.

"Kita harus bergerak cepat dan bekerja bersama. Jangan berikan ruang bagi api untuk meluas. Seluruh unsur harus tetap solid, fokus pada pemadaman dan pendinginan, serta memastikan titik yang sudah ditangani tidak kembali terbakar," kata Agus.

Pangdam juga mengingatkan seluruh prajurit dan personel gabungan agar tetap memperhatikan keselamatan saat menjalankan tugas. Medan yang sulit dan kondisi kebakaran yang dinamis dinilai membutuhkan kewaspadaan tinggi.

"Utamakan keselamatan personel, tetapi tugas harus tetap dilaksanakan secara maksimal. Kita hadir di sini untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan memastikan penanganan Karhutla dilakukan sampai benar-benar tuntas," tegasnya.

Terkini