Tak Ada Hotspot di Pekanbaru, Wawako Sebut Kabut Asap Kiriman dari Selatan

Rabu, 16 September 2026 | 17:15:26 WIB
Wakil Wali kota Pekanbaru, Markarius Anwar

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menyebut kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru saat ini merupakan asap kiriman dari wilayah bagian selatan.

Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di Kota Pekanbaru fluktuatif atau berubah-ubah. Hingga Rabu (16/9/2026), kualitas udara kembali berada dalam kategori tidak sehat setelah sempat membaik dan masuk kategori sehat pada akhir pekan lalu.

Markarius mengatakan, kondisi udara sangat dipengaruhi oleh pergerakan asap dan hujan. Saat hujan turun, kualitas udara cenderung kembali membaik karena kabut asap berkurang.

"Jadi asap ini asap kiriman dari arah selatan, asap kadang ada, kadang tidak ada. Kalau hujan udara bersih, seperti akhir pekan kemarin," ujar Markarius.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, Markarius mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, ia meminta agar menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap.

"Bagi yang tetap beraktivitas di luar ruangan bisa mengenakan masker, untuk menjaga diri agar tidak terpapar kabut asap," paparnya.

Markarius juga memastikan saat ini tidak terdapat hotspot atau titik panas di wilayah Kota Pekanbaru. Ia menyebut aktivitas kebakaran lahan di dalam wilayah kota masih dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, pemerintah kota tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.

Markarius telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap.

Puskesmas dan rumah sakit diminta tetap siaga untuk memberikan pelayanan dan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara.

"Kabut asap ini sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, maka penanganan pasien yang terpapar kabut asap harus dioptimalkan," tegasnya.

Selain mengantisipasi dampak kesehatan, Markarius kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran lahan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan kebakaran lahan, segera laporkan agar bisa ditangani secepatnya," pungkasnya.

Terkini