Mahasiswa-Petani Bergerak, Dukung Agrinas dan Satgas PKH Berantas Mafia Tanah di Riau

Jumat, 18 September 2026 | 17:10:25 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas Palma Nusantara bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam memberantas praktik mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di Provinsi Riau.

Dukungan tersebut disampaikan melalui aksi damai yang digelar di Riau, Jumat (18/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya menyampaikan dukungan, tetapi juga mengajukan empat tuntutan kepada Agrinas, Satgas PKH, dan aparat penegak hukum.

Koordinator Umum Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu, Agel Gandiza, mengatakan persoalan agraria dan kehutanan di Riau telah berlangsung selama puluhan tahun dan dinilai berdampak terhadap masyarakat, khususnya petani lokal.

“Kami menilai dari sektor agraria dan kehutanan sudah berpuluh-puluh tahun di Bumi Melayu ini masih mencekam terkait praktik kejahatan mafia tanah,” kata Agel, Jumat (18/9/2026).

Menurut Agel, praktik penguasaan lahan secara ilegal tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian negara, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan dan akses petani lokal terhadap lahan.

Dalam tuntutannya, Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu meminta Agrinas dan Satgas PKH melanjutkan langkah tegas dalam menertibkan kawasan hutan yang dikuasai secara ilegal.

Massa juga menyatakan dukungan kepada jajaran pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara, yakni Direktur Utama Muhammad Abdul Gani, Direktur Utama Operasional Tuhu Bangun, serta Direktur Utama Kepatuhan dan Keberlanjutan Nofil Anoverta.

Tuntutan berikutnya ditujukan kepada aparat penegak hukum dan Satgas PKH agar penanganan dugaan praktik mafia tanah tidak berhenti pada penguasaan atau penertiban lahan. Mereka meminta aparat turut menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.

“Jangan sekadar mengusir mafia tanah, tetapi melacak aliran dana kejahatan serta menerapkan pasal TPPU guna memberikan efek jera kepada seluruh jaringan mafia tanah,” ujar Agel.

Selain itu, Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu meminta lahan yang berhasil diselamatkan dan kemudian dikelola Agrinas Palma Nusantara diprioritaskan untuk program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani.

Agel mengatakan pihak Agrinas merespons positif dukungan dan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Respons dari Agrinas sangat responsif dan sangat mendukung. Kami sangat bangga karena ada dukungan dari mahasiswa, petani, dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Hubungan Kelembagaan Regional 3 PT Agrinas Palma Nusantara, Jefri Tambusai, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan mahasiswa, kelompok tani, dan masyarakat.

Jefri berharap dukungan tersebut dapat terus diberikan untuk membantu pemerintah menjalankan program peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberantas praktik penguasaan lahan yang melanggar ketentuan.

“Kami mengharapkan bantuan ataupun dukungan yang selanjutnya kepada adik-adik mahasiswa, para petani, dan masyarakat untuk kita bisa wujudkan program dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan, mengusir mafia-mafia tanah,” kata Jefri.

Jefri juga mengajak mahasiswa, petani, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah serta langkah Agrinas dalam penataan kawasan hutan di Riau.

“Kita bersama-sama mendukung program pemerintah dan Agrinas untuk menata kawasan hutan, sehingga ke depan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Terkini