Anak Gajah Sumatera di Tesso Nilo Resmi Diberi Nama Ganesha

Rabu, 30 September 2026 | 14:58:34 WIB

PELALAWAN (Cakrabangsa.com) - Anak gajah sumatera yang lahir di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, resmi diberi nama Ganesa.

Nama tersebut disampaikan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni saat mengunjungi kawasan TNTN, Rabu (30/9/2026). Nama Ganesha diberikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

“Mama Lisa melahirkan anak keenam. Alhamdulillah, hari ini kita sudah mendapatkan nama untuk bayinya. Nama diberikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, namanya Ganesha,” kata Raja Juli.

Raja Juli berharap pemberian nama tersebut menjadi doa agar anak gajah jantan itu dapat tumbuh sehat sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem dan habitat gajah sumatera.

“Semoga dengan nama ini anak gajah ini akan tumbuh sehat dan tentu kewajiban kita menjaga ekosistem dan habitatnya lebih baik,” ujarnya.

Ganesa merupakan anak keenam dari gajah betina binaan bernama Lisa yang kini berusia 45 tahun. Anak gajah jantan tersebut lahir pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, TNTN, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Kelahiran tersebut berlangsung secara mandiri dan selamat. Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis satwa, kondisi Ganesha dan induknya dinyatakan sehat.

Anak gajah itu juga mampu berdiri dan menopang tubuhnya sendiri sekitar 20 menit setelah dilahirkan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Ganesha memiliki tinggi sekitar 96 sentimeter, panjang badan 101 sentimeter dan berat sekitar 126 kilogram.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, sebelumnya mengatakan pemantauan terhadap Lisa telah dilakukan secara intensif sejak Minggu (27/9). Pemantauan melibatkan mahout atau pawang gajah, dokter hewan dan perawat satwa.

Tim mulai meningkatkan pengawasan setelah Lisa menunjukkan sejumlah tanda menjelang persalinan. Hingga akhirnya, proses kelahiran berlangsung pada Senin malam dan Lisa berhasil melahirkan anak jantan tersebut dengan selamat.

Kelahiran Ganesha memiliki arti penting bagi upaya konservasi gajah sumatera di Riau. Pasalnya, Ganesa lahir dari perkawinan Lisa dengan gajah liar di kawasan Tesso Nilo.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya reproduksi antara gajah binaan dan populasi gajah liar yang berada di sekitar kawasan TNTN.

Lisa sendiri telah beberapa kali melahirkan. Ganesha menjadi anak keenam yang dilahirkan gajah betina berusia 45 tahun tersebut.

Kehadiran individu baru ini diharapkan dapat menambah populasi gajah sumatera sekaligus memperkuat upaya pelestarian satwa dilindungi di kawasan TNTN.

Dalam kunjungannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Titiek Soeharto dan sejumlah pejabat turut meninjau kawasan Elephant Flying Squad. Mereka melihat langsung upaya pelestarian gajah sumatera serta penanganan konflik antara satwa dan masyarakat.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga turut melihat langsung kondisi Ganesha bersama induknya. Kehadiran Kapolda menjadi bagian dari perhatian terhadap upaya pelestarian satwa dilindungi dan pemantauan kondisi induk serta anak gajah tersebut.

Saat ini, tim medis satwa bersama para mahout masih melakukan pemantauan terhadap Lisa dan Ganesha. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan keduanya tetap stabil serta Ganesa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Bagi TNTN, kelahiran Ganesha menjadi kabar positif di tengah tantangan menjaga habitat gajah sumatera. Keberadaan habitat yang aman dan terjaga menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan populasi satwa dilindungi tersebut.

Kelahiran Ganesha sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian gajah sumatera membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat, pengelola kawasan konservasi hingga masyarakat.

Dengan lahirnya Ganesha, satu individu baru kini menjadi bagian dari populasi gajah sumatera di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang keberadaannya perlu dijaga bersama.

Terkini