Waspada DBD! 745 Kasus Tercatat di Pekanbaru, 3 Warga Meninggal Dunia

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:36:39 WIB
Foto : Ilustrasi

 PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat seiring peralihan cuaca dari musim panas menuju musim penghujan yang dapat meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 745 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga awal Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 117 kasus. Kemudian Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 109 kasus dan Kecamatan Bukit Raya mencapai 82 kasus.

Diskes Pekanbaru juga mencatat tiga warga meninggal dunia akibat DBD. Masing-masing merupakan warga Kecamatan Tuah Madani, Kecamatan Sail, dan Kecamatan Kulim.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele gejala demam, terutama jika disertai demam tinggi dan kondisi tubuh semakin lemah.

"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tetapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit sehingga kondisi sangat lemah," kata Dedy, Senin (5/10/2026).

Menurut Dedy, peralihan cuaca dari panas menuju hujan menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor penular DBD.

Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, masyarakat diminta memastikan tidak terdapat genangan air di lingkungan rumah. Genangan tidak hanya terbentuk di tanah, tetapi juga dapat muncul dari berbagai barang yang berada di sekitar rumah dan menampung air hujan.

"Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," terang Dedy.

Dedy mengajak masyarakat kembali mengintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

Warga juga diminta memperhatikan barang-barang di sekitar rumah yang berpotensi menampung air hujan, seperti ban bekas, kaleng, ember, maupun wadah lainnya.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk sekaligus memutus rantai penularan DBD di tengah perubahan cuaca.

Terkini