Jarak Pandang Cuma 600 Meter, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:01:00 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru berdampak terhadap sejumlah penerbangan dari Jakarta, Rabu (7/10/2026) pagi.

Dua pesawat yang menuju Pekanbaru tidak dapat melanjutkan proses pendaratan akibat kondisi cuaca. Pesawat Lion Air JT 292 memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB), sedangkan Citilink QG 936 dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan Lion Air JT 292 rute Jakarta (CGK)-Pekanbaru (PKU) mengalami RTB pada pukul 06.44 WIB.

Keputusan tersebut diambil karena jarak pandang di Bandara SSK II saat itu hanya sekitar 600 meter.

"Penerbangan Lion Air JT 292 rute Jakarta (CGK) menuju Pekanbaru (PKU) mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.44 WIB, dikarenakan kondisi cuaca di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dengan jarak pandang saat itu sekitar 600 meter," ujar Achmad.

Selanjutnya, penerbangan Citilink QG 936 rute Jakarta-Pekanbaru juga terdampak kondisi serupa. Pesawat tersebut dialihkan (divert) ke Bandara Hang Nadim, Batam, pada pukul 08.04 WIB.

Sebelum dialihkan, pesawat Citilink sempat berputar di udara saat mendekati Pekanbaru. Namun, karena kondisi di Bandara SSK II belum memungkinkan untuk pendaratan, pesawat kemudian diarahkan menuju Batam.

Pada pukul 08.20 WIB, jarak pandang di Bandara SSK II Pekanbaru tercatat sekitar 800 meter.

Meski kondisi jarak pandang rendah berdampak terhadap dua penerbangan dari Jakarta, operasional penerbangan di Bandara SSK II tetap berjalan. Sejumlah penerbangan, yakni IU 919, JT 279, dan QG 937, telah diberangkatkan.

Sementara itu, Pelita Air IP 320 rute Jakarta-Pekanbaru berhasil mendarat di Bandara SSK II pada pukul 08.40 WIB.

Achmad mengatakan kondisi operasional bandara terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Aspek keamanan dan keselamatan penerbangan menjadi prioritas dalam setiap keputusan operasional.

"Saat ini kondisi operasional bandara terus kami pantau dan evaluasi secara berkala dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan," katanya.

Terkini