PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru semakin memburuk akibat kabut asap yang diduga dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat udara PM2.5 di Pekanbaru pada Selasa (6/10/2026) sore berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Sebanyak 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan disiagakan untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
"Ada 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan yang kita siagakan sesuai arahan Bapak Wali Kota," kata Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Selasa malam.
Dedy mengatakan, puskesmas juga telah menyiapkan obat-obatan untuk menangani berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.
"Jadi bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap, segera ke puskesmas," imbaunya.
Selain puskesmas, Diskes Kota Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit agar ikut meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan jumlah pasien akibat memburuknya kualitas udara.
"Untuk warga yang mengalami dampak serius, kita minta rumah sakit memberikan perhatian khusus," ujarnya.
Tak hanya menyiagakan fasilitas kesehatan, Diskes Pekanbaru juga menyiapkan sekitar 200 ribu lembar masker yang akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kita sudah merencanakan untuk turun membagi-bagikan masker kepada warga," ungkap Dedy.
10.225 Warga Terdampak Kabut Asap
Sementara itu, berdasarkan data Diskes Kota Pekanbaru, sejak 25 Agustus hingga 6 Oktober 2026 tercatat sebanyak 10.225 warga mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan kabut asap.
"Yang terbanyak ISPA. Kemudian ada juga pneumonia, konjungtivitis, iritasi kulit dan asma," jelas Dedy.
Khusus pada Selasa (6/10/2026), berdasarkan laporan dari 31 puskesmas dan rumah sakit, tercatat 293 warga terdampak kabut asap.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 orang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), delapan orang pneumonia, tiga orang konjungtivitis, delapan orang mengalami iritasi kulit, dan tujuh orang menderita asma.
"Dari jumlah tersebut terdapat lima pasien yang menjalani rawat inap. Anak-anak dua orang, remaja dua orang dan dewasa satu orang," tutup Dedy.