BMKG Prediksi Hujan Guyur Riau, Warga Diminta Waspadai Asap dan Cuaca Ekstrem

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:27:28 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Senin (12/10/2026), mulai pagi hingga dini hari.

Meski hujan berpeluang turun di sejumlah daerah, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Warga juga diimbau memperhatikan kondisi udara yang masih berpotensi kabur akibat asap.

Forecaster on Duty BMKG, Gita Dewi S, mengatakan hujan ringan hingga sedang pada pagi hari berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kampar, Pelalawan, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

Pada siang hingga sore hari, hujan diprakirakan masih berpeluang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

Sementara itu, pada malam hari hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Memasuki dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kampar, Pelalawan, serta Kota Dumai. Potensi cuaca tersebut dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.

Untuk kondisi atmosfer secara umum, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23-33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 55-99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.

Adapun tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5-1,25 meter atau dalam kategori rendah.

Di tengah potensi hujan tersebut, pemantauan titik panas atau hotspot menunjukkan hanya satu titik terdeteksi di Provinsi Riau hingga pukul 23.00 WIB. Titik panas tersebut berada di Kabupaten Indragiri Hulu.

Namun, kondisi berbeda terlihat di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatera. Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Sumatera mencapai 2.905 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.153 titik. Selanjutnya, Bangka Belitung mencatat 331 titik, Lampung 223 titik, dan Jambi 182 titik.

Sementara itu, Bengkulu terdeteksi memiliki sembilan titik panas, Sumatera Utara empat titik, serta Aceh dan Kepulauan Riau masing-masing satu titik.

Meski jumlah hotspot di Riau tercatat menurun hingga tersisa satu titik, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan penurunan kualitas udara akibat asap.

Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, serta angin kencang, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

“Masyarakat juga diharapkan terus memonitor informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, serta angin kencang di wilayah yang telah mendapat peringatan dini,” imbaunya.

Terkini