11.707 Kasus Gangguan Kesehatan, Diskes Pekanbaru Siagakan Layanan hingga Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 | 01:55:02 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Dampak kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru terus menjadi perhatian. Hingga 10 Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 11.707 kasus gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap sejak akhir Agustus lalu.

Dari jumlah tersebut, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat. Selain ISPA, warga juga mengalami asma, iritasi kulit, hingga iritasi mata.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan angka tersebut merupakan data kumulatif yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026, setelah ditetapkannya status siaga darurat kebakaran lahan di Kota Pekanbaru.

"Sampai hari ini sudah 11.707 orang ya total kumulatif kasus," kata Hazli, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, data tersebut dihimpun dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di Kota Pekanbaru. Dari total kasus yang tercatat, sebanyak 9.816 kasus merupakan ISPA.

Selain itu, terdapat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang lebih luas, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Diskes terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanganan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan promosi kesehatan melalui 21 puskesmas. Petugas kesehatan juga terus mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

"Kalau pun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," ujarnya.

Selain itu, masyarakat diimbau menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk membatasi masuknya asap ke dalam ruangan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi paparan polusi udara terhadap anggota keluarga, terutama kelompok rentan.

Diskes Pekanbaru juga terus membagikan masker gratis kepada masyarakat. Hazli memastikan ketersediaan masker saat ini masih mencukupi.

Masyarakat yang membutuhkan masker dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkannya secara gratis.

Di sisi lain, Diskes mengajak perusahaan besar dan korporasi yang beroperasi di Pekanbaru untuk turut membantu masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), khususnya dengan memberikan bantuan masker.

Bantuan tersebut dapat disalurkan melalui Pemko Pekanbaru atau Diskes maupun diberikan langsung kepada masyarakat.

Untuk memastikan warga terdampak tetap mendapatkan penanganan medis, Pemko Pekanbaru juga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas telah dilengkapi obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan untuk menangani ISPA dan kebutuhan medis lainnya.

Jam pelayanan puskesmas juga diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB. Pelayanan kesehatan tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu agar masyarakat dapat mengakses layanan ketika mengalami gangguan kesehatan.

"Dengan kesiapsiagaan tersebut, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan di tengah kondisi kabut asap dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis," jelas Hazli.

Hazli kembali mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker jika harus keluar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

Terkini