<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://cakrabangsa.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://cakrabangsa.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Polisi Ungkap Dugaan Pemerasan di Hotel Pekanbaru, Lima Orang Diamankan</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6654/polisi-ungkap-dugaan-pemerasan-di-hotel-pekanbaru-lima-orang-diamankan</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Polisi mengungkap kasus dugaan pemerasan disertai ancaman kekerasan yang terjadi di sebuah hotel di Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau. Dalam pengungkapan tersebut, lima orang telah diamankan, sementara empat orang lainnya masih diburu dan masuk daftar pencarian orang (DPO).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Sukajadi Kompol Romi Irwansyah mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah seorang pria berinisial MR (34) melaporkan dirinya menjadi korban pemerasan saat berada di sebuah hotel di kawasan Jalan Melur, Kecamatan Sukajadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Peristiwa itu terjadi pada 14 Agustus 2026 malam. Saat itu, korban datang ke hotel untuk mengambil kamar. Setelah berada di dalam kamar, korban menggunakan aplikasi MiChat untuk memesan seorang perempuan,&quot; kata Romi, Sabtu (29/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 23.00 WIB, seorang perempuan datang ke kamar korban. Keduanya kemudian terlibat tawar&#45;menawar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Setelah itu tiba&#45;tiba datang dua orang laki&#45;laki yang tidak dikenal. Mereka melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap pelapor,&quot; terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak lama kemudian, sejumlah orang lainnya datang ke kamar korban. Para pelaku diduga mengambil sejumlah barang milik korban sebelum meninggalkannya seorang diri di dalam kamar hotel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua unit telepon seluler dan satu unit power bank dilaporkan dibawa oleh para pelaku. Barang tersebut terdiri dari satu unit Vivo Y21, satu unit Redmi Note 15, serta sebuah power bank berkapasitas 60.000 mAh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukajadi pada 15 Agustus 2026 untuk diproses secara hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Sukajadi AKP Leo Putra Dirgantara bersama Tim Opsnal melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan sejumlah pelaku di sebuah hotel di Jalan Hasanuddin, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Sukajadi kemudian memerintahkan Kanit Reskrim bersama Tim Opsnal melakukan penangkapan. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial FS dan DS beserta sejumlah barang bukti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyelidikan kemudian dikembangkan. Pada 29 Agustus 2026, polisi kembali menangkap tiga orang lainnya di kawasan Jalan Tanjung Datuk, Kecamatan Lima Puluh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga orang tersebut masing&#45;masing berinisial CT (42), PS (22), dan JM (19).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dari hasil interogasi, para tersangka mengakui perbuatannya. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Sukajadi untuk pemeriksaan lebih lanjut,&quot; ujar Romi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain lima orang yang telah diamankan, polisi masih memburu empat orang lainnya yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Keempatnya masing&#45;masing berinisial K, P, S dan G.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Toyota Calya warna hitam dengan nomor polisi BM 1789 AAK.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Polisi juga mengamankan tiga unit telepon seluler, masing&#45;masing merek Vivo, Samsung warna putih dan Realme warna ungu,&quot; lanjut Romi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 482 juncto Pasal 20 atau Pasal 482 juncto Pasal 21 Undang&#45;Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang&#45;Undang Hukum Pidana (KUHP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan di Polsek Sukajadi, sementara polisi terus memburu empat pelaku lainnya yang masih berstatus DPO.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/4616291475-screenshot_2026-08-29-22-11-48-33_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg"/><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 22:13:13 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6654/polisi-ungkap-dugaan-pemerasan-di-hotel-pekanbaru-lima-orang-diamankan</guid></item><item><title>Raih Emas di Kejuaraan RNTC 2026, Putra Prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Harumkan Nama Riau</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6653/raih-emas-di-kejuaraan-rntc-2026-putra-prajurit-batalyon-parako-462-pasgat-harumkan-nama-riau</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Atlet muda berbakat Waldan Abdillah Rafif kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Putra dari Serda Wiem Noviandi, prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat, itu berhasil meraih medali emas pada kategori Under 24 Pracadet C dalam ajang Riau National Taekwondo Championship (RNTC) 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejuaraan tersebut berlangsung pada 27&#45;30 Agustus 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Remaja Pekanbaru dan diikuti atlet dari empat provinsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Waldan tampil impresif sejak babak awal hingga partai final. Kemampuan teknik serangan, ketepatan timing, serta konsistensinya di arena membuatnya mampu mengatasi persaingan dari sejumlah atlet tangguh yang berasal dari berbagai daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kejuaraan tersebut, Waldan memperkuat Dojang Pulanggeni Fighter, tempat ia menjalani pembinaan dan pendidikan taekwondo sejak pertama kali menekuni olahraga bela diri tersebut. Ia dilatih oleh Sabeum Regor, anggota Yon Parako 462 Pasgat.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://cakrabangsa.com/gambar/images/img_6a92cb4b1120e.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Prestasi Waldan mendapat apresiasi dari Komandan Batalyon Parako 462 Pasgat, Letkol Pas Wahyu Kurniawan, S.Hub.Int. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan atas kerja keras Waldan hingga mampu meraih medali emas di tingkat nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selamat dan sukses atas prestasi yang telah diraih Waldan Abdillah Rafif. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, latihan yang konsisten, serta dukungan dari keluarga dan pelatih,&quot; ujar Wahyu, Sabtu (29/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi satuan Batalyon Parako 462 Pasgat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Prestasi ini tentunya menjadi kebanggaan keluarga dan juga mengharumkan nama satuan. Kami berharap pencapaian Waldan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada kejuaraan&#45;kejuaraan berikutnya,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahyu juga berharap keberhasilan Waldan dapat menjadi motivasi bagi prajurit maupun generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi melalui olahraga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, dan berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Raihan medali emas di RNTC 2026 tersebut sekaligus menambah catatan prestasi atlet muda dari keluarga prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat di bidang olahraga bela diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan Waldan diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda secara berkelanjutan, sekaligus mendorong generasi muda untuk menyalurkan bakat dan potensinya melalui kegiatan olahraga yang positif dan berprestasi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/81366721097-img_20260829_190411.jpg"/><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 19:13:37 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6653/raih-emas-di-kejuaraan-rntc-2026-putra-prajurit-batalyon-parako-462-pasgat-harumkan-nama-riau</guid></item><item><title>Pastikan Proses Hukum PT Musim Mas, KNPI Riau Audiensi ke Polda Riau</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6652/pastikan-proses-hukum-pt-musim-mas-knpi-riau-audiensi-ke-polda-riau</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Kasus dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan PT Musim Mas kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya menyampaikan aspirasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau kini mendatangi Polda Riau untuk mempertanyakan perkembangan perkara tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Audiensi digelar Jumat (28/8/2026) dan diterima langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan KNPI Riau dipimpin oleh Ketua DPD KNPI Riau, Fuad Santoso, Sektetaris Nofri Andri Yulan serta Wakil Ketua Datuk Nouvendi dan Alex Siregar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan disambut langsung oleh Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, dan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus, AKBP Teddy Ardian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah KNPI Riau ini menjadi sinyal bahwa KNPI belum mendapatkan jawaban yang benar&#45;benar tuntas mengenai ke mana arah perkara PT Musim Mas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berkas perkara masih menjadi titik perhatian, sementara proses hukumnya belum memberikan kepastian sebagaimana yang diharapkan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KNPI Riau menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut&#45;larut. Apalagi perkara yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran lingkungan dan kepentingan masyarakat luas semestinya mendapatkan penanganan yang transparan serta terukur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua DPD KNPI Riau, Fuad Santoso, menegaskan, kedatangan mereka bukan untuk mengintervensi penyidik Polda maupun kejaksaan. KNPI hadir untuk memastikan proses hukum tidak kehilangan arah dan tidak berhenti di tengah jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami hadir di Polda Riau untuk memberikan dukungan penuh kepada aparat kepolisian dalam menegakkan hukum yang seadil&#45;adilnya. Perkara PT Musim Mas ini harus diusut tuntas secara transparan agar hak&#45;hak masyarakat dan negara tetap terlindungi. KNPI akan terus mengawal setiap tahapan proses hukum ini sampai tuntas,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sikap KNPI tersebut sekaligus menempatkan Kejati Riau pada sorotan publik. Sebab, ketika proses perkara masih membutuhkan kepastian, masyarakat tentu berhak mempertanyakan apa yang sebenarnya menjadi kendala dan mengapa penyelesaian perkara belum juga menemukan titik terang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Wakil Ketua DPD KNPI Riau, Datuk Novendi, juga menegaskan bahwa besarnya nama sebuah korporasi tidak boleh menjadi alasan berbeda dalam penegakan hukum. Jika terdapat bukti pelanggaran, maka proses harus dilanjutkan secara tegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya, jika terdapat hal&#45;hal yang harus dipenuhi dalam proses pembuktian, seluruh pihak wajib menghormati mekanisme hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, KNPI meminta proses perkara dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel dan bebas dari intervensi maupun praktik tebang pilih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bagi kami, pengawalan terhadap perkara PT Musim Mas tidak berhenti pada demonstrasi di depan kantor penegak hukum. Audiensi ke Polda Riau menunjukkan bahwa pemuda Riau ingin mengetahui secara langsung perkembangan perkara dan memastikan proses hukum tetap berjalan,&quot; kata Datuk Novendi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KNPI Riau pun memastikan akan terus mengawal perkara tersebut sembari mengajak masyarakat menjaga kondusivitas dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/60925595697-img-20260829-wa0009.jpg"/><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 15:12:15 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6652/pastikan-proses-hukum-pt-musim-mas-knpi-riau-audiensi-ke-polda-riau</guid></item><item><title>Karhutla Dekati Permukiman, Hampir 10 Hektare Lahan Gambut di Tembilahan Terbakar</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6651/karhutla-dekati-permukiman-hampir-10-hektare-lahan-gambut-di-tembilahan-terbakar</link><description>&lt;p&gt;INHIL (Cakrabangsa.com) &#45; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kali ini, kebakaran melanda lahan gambut di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, tepatnya di kawasan Parit 17 hingga Parit 19, Jumat (28/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai hampir 10 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan permukiman warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pantauan di lapangan, kobaran api hanya berjarak sekitar 30 hingga 50 meter dari rumah penduduk. Tim gabungan bersama masyarakat pun terus melakukan pemadaman dan penyekatan untuk mencegah api merembet ke kawasan permukiman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya pemadaman telah dilakukan sejak malam hingga Jumat pagi. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karakteristik lahan gambut yang kering juga menjadi tantangan tersendiri. Api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi dapat menjalar ke lapisan bawah dan meninggalkan bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran meski permukaan telah disiram dan didinginkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R. Arliansyah, mengatakan tim gabungan bersama masyarakat masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kendala utama di lapangan adalah ketersediaan sumber air yang minim serta kondisi gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan,” kata Arliansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, proses pendinginan dilakukan secara intensif untuk memastikan bara yang berada di dalam gambut benar&#45;benar padam dan mencegah munculnya kembali titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Namun, tim gabungan bersama warga terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pendinginan secara intensif agar potensi kebakaran susulan dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, warga setempat mengaku khawatir api semakin mendekati rumah mereka. Jarak yang cukup dekat antara titik kebakaran dan permukiman membuat upaya penyekatan harus dilakukan secara maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar api tidak sampai menjangkau rumah warga. Jaraknya sudah sangat dekat, jadi penjagaan dan penyekatan harus diperketat,” ujar Amsari, warga setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga Jumat, tim gabungan bersama masyarakat masih berupaya melokalisasi area yang terbakar. Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api, terutama ke arah permukiman penduduk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi lahan yang kering serta cuaca panas membuat kewaspadaan terus ditingkatkan. Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan bara di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/37091516250-img_20260828_221033.jpg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 22:11:35 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6651/karhutla-dekati-permukiman-hampir-10-hektare-lahan-gambut-di-tembilahan-terbakar</guid></item><item><title>13 Prajurit Kopasgat Diterjunkan ke Titik Karhutla Kerumutan</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6650/13-prajurit-kopasgat-diterjunkan-ke-titik-karhutla-kerumutan</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Sebanyak 13 prajurit Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pekanbaru diterjunkan ke kawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (28/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengerahan pasukan tersebut dilakukan untuk membantu pemadaman kebakaran di kawasan hutan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Para prajurit diterjunkan menggunakan helikopter Caracal dari Skadron Udara 8.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Danlanud Roesmin Nurjadin (Rsn) melalui Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Kolonel Pnb Andri Setiawan mengatakan, sebanyak 13 personel Kopasgat dikerahkan ke wilayah Kerumutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Lokasinya di wilayah Kerumutan, total personel Kopasgat yang kita terjunkan ada 13 orang,” kata Andri, Jumat (28/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengerahan melalui jalur udara dilakukan setelah Satgas Penanggulangan Karhutla menemukan titik kebakaran yang berada di kawasan tanpa akses jalan. Kondisi tersebut menyebabkan upaya pemadaman dari darat tidak dapat dilakukan secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum pasukan diterjunkan, pihak Lanud Roesmin Nurjadin berkoordinasi dengan Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai serta unsur Satgas Karhutla lainnya untuk menentukan langkah cepat dalam menangani titik api tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setelah dilakukan koordinasi dengan unsur terkait, ditemukan titik api yang tidak terjangkau oleh Satgas darat. Karena itu, kita menindaklanjutinya dengan menerjunkan pasukan melalui udara,” jelas Andri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya di lokasi, para prajurit langsung bergerak menuju titik kebakaran untuk melakukan pemadaman. Mereka dikerahkan untuk menangani api sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengerahan pasukan Kopasgat melalui jalur udara ini menjadi bagian dari upaya terpadu Satgas Penanggulangan Karhutla di Riau. Selain pengerahan personel di darat, penanganan kebakaran juga diperkuat dengan operasi udara, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah tersebut menunjukkan upaya Satgas Karhutla menjangkau titik&#45;titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama di kawasan hutan yang memiliki keterbatasan akses.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/80073285459-1787928568.jpg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 22:01:39 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6650/13-prajurit-kopasgat-diterjunkan-ke-titik-karhutla-kerumutan</guid></item></channel></rss>