<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://cakrabangsa.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://cakrabangsa.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Heboh....Beruang Madu Berkeliaran Dekat Permukiman, BBKSDA Langsung Pasang Kandang Jebak.</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6366/hebohberuang-madu-berkeliaran-dekat-permukiman-bbksda-langsung-pasang-kandang-jebak</link><description>&lt;p&gt;PELALAWAN (Cakrabangsa.com) &#45; Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan langkah mitigasi menyusul kemunculan seekor beruang madu di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemunculan satwa dilindungi tersebut pertama kali dilaporkan oleh pihak kelurahan kepada BBKSDA Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti laporan itu, tim dari Resor KSDA Kerumutan Selatan dan Resor KSDA Kerumutan Tengah langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya telah memasang kandang jebak (box trap) sebagai bagian dari upaya mitigasi di lokasi kemunculan beruang madu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tim di lapangan telah memasang kandang jebak pada 30 Mei 2026 sebagai salah satu langkah penanganan untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Namun hingga saat ini, satwa tersebut belum masuk ke dalam perangkap yang telah dipasang,&quot; kata Supartono, Sabtu (31/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cakrabangsa.com/gambar/images/img_6a1c5f448a72e.jpg&quot;&gt;Berdasarkan hasil pemantauan, sejak malam sebelumnya tidak ada lagi laporan kemunculan beruang di sekitar permukiman warga. Hingga saat ini, masyarakat juga belum melaporkan keberadaan satwa tersebut di lokasi lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, BBKSDA Riau tetap melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengantisipasi kemungkinan beruang kembali muncul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Supartono menjelaskan, lokasi keberadaan beruang berada di area kebun kelapa sawit milik warga yang berjarak cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan yang merupakan salah satu habitat alaminya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lokasi keberadaan beruang berada di area kebun kelapa sawit milik warga dan berjarak cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan. Tim juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan masyarakat untuk memperoleh informasi terkini terkait pergerakan satwa,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan beruang madu di sekitar permukiman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Supartono, upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu bertujuan untuk meminimalkan potensi konflik manusia dan satwa liar sekaligus menjaga kelestarian beruang madu sebagai satwa yang dilindungi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Melalui upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu, diharapkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir, sekaligus menjaga kelestarian beruang madu sebagai salah satu satwa yang dilindungi,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/18184402765-img-20260531-wa0022.jpg"/><pubDate>Sun, 31 May 2026 23:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6366/hebohberuang-madu-berkeliaran-dekat-permukiman-bbksda-langsung-pasang-kandang-jebak</guid></item><item><title>Rombongan Gajah Liar Muncul Dekat Permukiman Warga Rumbai, BBKSDA Riau Lakukan Mitigasi</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6365/rombongan-gajah-liar-muncul-dekat-permukiman-warga-rumbai-bbksda-riau-lakukan-mitigasi</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Kawanan gajah liar berjumlah sekitar 11 ekor ditemukan berada di area kebun durian dan semak belukar di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lokasi keberadaan satwa dilindungi tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim yang merupakan bagian dari habitat dan jalur jelajah alami gajah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemunculan kawanan gajah itu dilaporkan masyarakat kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau karena satwa tersebut berada di sekitar areal perkebunan dan pemukiman warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Mitigasi Konflik Satwa BBKSDA Riau langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penanganan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil identifikasi tim bersama aparat setempat dan masyarakat menemukan adanya kerusakan lahan budidaya semangka milik warga seluas sekitar 1,5 hektare yang diduga disebabkan aktivitas gajah liar beberapa malam sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Berdasarkan hasil identifikasi tim di lapangan, ditemukan satu kelompok gajah liar berjumlah sekitar 11 ekor berada di area kebun durian dan semak belukar. Lokasi kelompok gajah tersebut berjarak kurang lebih 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim,&quot; kata Supartono, Sabtu (31/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kemunculan gajah di kawasan sekitar perkebunan tidak terlepas dari kedekatan wilayah tersebut dengan habitat alaminya. Karena itu, BBKSDA Riau segera melakukan langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cakrabangsa.com/gambar/images/img_6a1c5e65ef5d2.jpg&quot;&gt;Tim melakukan penggiringan menggunakan bunyi&#45;bunyian serta memasang penjagaan dan blokade pada jalur masuk gajah menuju areal perkebunan dan permukiman warga. Selain itu, api unggun dinyalakan di sejumlah titik yang diduga menjadi lintasan kawanan gajah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Supartono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari ketika gajah lebih aktif beraktivitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah karena satwa ini merupakan satwa liar yang dilindungi oleh peraturan perundang&#45;undangan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya mitigasi yang dilakukan hingga dini hari berhasil mengarahkan kawanan gajah kembali menuju area pinggiran Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, potensi kemunculan kembali gajah di areal perkebunan warga masih terbuka mengingat kawasan tersebut berada dekat dengan habitat dan jalur pergerakan satwa tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kemunculan kembali gajah masih mungkin terjadi, sehingga pemantauan dan langkah mitigasi lanjutan akan terus kami lakukan bersama para pihak terkait untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian habitat gajah,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BBKSDA Riau juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik serta mendukung upaya konservasi dengan cara yang aman dan tidak merugikan satwa yang dilindungi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/67150335320-img-20260531-wa0026.jpg"/><pubDate>Sun, 31 May 2026 23:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6365/rombongan-gajah-liar-muncul-dekat-permukiman-warga-rumbai-bbksda-riau-lakukan-mitigasi</guid></item><item><title>Polda Riau Gagalkan Peredaran Ribuan Ekstasi dan Ratusan Cartridge Etomidate Jaringan Lintas Provinsi , Dua Tersangka Diamankan.</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6364/polda-riau-gagalkan-peredaran-ribuan-ekstasi-dan-ratusan-cartridge-etomidate-jaringan-lintas-provinsi--dua-tersangka-diamankan</link><description>&lt;p&gt;&lt;br&gt;PELALAWAN (Cakrabangsa.com) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika dalam jumlah besar dengan menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan lintas provinsi. Dari operasi tersebut, polisi menyita 933 butir pil ekstasi dan 300 cartridge berisi etomidate cair.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait rencana transaksi narkoba di wilayah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kompol Yogie Pramagita bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis melakukan penyelidikan hingga memperoleh petunjuk keberadaan pelaku di kawasan perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tim melakukan penyelidikan dan mendapatkan petunjuk keberadaan pelaku di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Pelalawan,&quot; ujar Kombes Putu, Minggu (31/5).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tersangka berinisial B, yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika, akhirnya diamankan di Jalan Lintas Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Selasa (26/5). Saat hendak ditangkap, pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil dibekuk petugas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;https://cakrabangsa.com/gambar/images/img_6a1bbb1c8dfd9.jpg&quot;&gt;Dari penggeledahan terhadap tas ransel hitam milik tersangka yang disaksikan warga setempat, polisi menemukan delapan bungkus plastik besar berisi 300 cartridge etomidate cair dengan berbagai varian serta satu bungkus plastik besar berisi pil ekstasi.&lt;br&gt;Barang bukti ekstasi yang disita terdiri dari 397 butir berlogo Heineken berwarna merah muda dan 536 butir berlogo TikTok berwarna hijau, dengan total keseluruhan mencapai 933 butir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, petugas juga menyita satu unit telepon genggam yang diduga digunakan tersangka untuk berkomunikasi dalam menjalankan aksinya.&lt;br&gt;Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa tersangka B mendapat perintah dari seorang pria berinisial HM yang berada di Aceh untuk menjemput dan mengantarkan barang haram tersebut ke Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengembangan kasus kemudian membuahkan hasil dengan ditangkapnya HM di Aceh. Polisi menduga HM berperan sebagai pengendali yang mengatur pergerakan narkotika tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tersangka HM kami tangkap di Aceh. HM merupakan pengendali yang memerintahkan B untuk menjemput dan mengantar barang haram tersebut ke Jakarta sambil menunggu instruksi selanjutnya,&quot; jelas Kombes Putu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Riau untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap jaringan peredaran narkotika tersebut, termasuk asal&#45;usul barang yang disita.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/81744371005-img-20260531-wa0010.jpg"/><pubDate>Sun, 31 May 2026 11:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6364/polda-riau-gagalkan-peredaran-ribuan-ekstasi-dan-ratusan-cartridge-etomidate-jaringan-lintas-provinsi--dua-tersangka-diamankan</guid></item><item><title>Polres Dumai Ungkap Kasus Peredaran Sabu dan Ekstasi di Bukit Kapur, Dua Buruh Harian Ditangkap</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6363/polres-dumai-ungkap-kasus-peredaran-sabu-dan-ekstasi-di-bukit-kapur-dua-buruh-harian-ditangkap</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com)&lt;/strong&gt; &#45; Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di wilayah Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengungkapan tersebut, dua pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas diamankan bersama puluhan paket narkotika siap edar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Soekarno&#45;Hatta, Gang Kelapa, RT 003, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua tersangka yang diamankan yakni ZL (41), warga Bagan Besar, dan MB (45), warga yang sama. Keduanya diduga kuat terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut sejak pertengahan Mei 2026. Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi lokasi yang dicurigai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pada saat penggerebekan, petugas terlebih dahulu mengamankan tersangka MB yang berada di luar rumah. Tidak lama kemudian, tersangka ZL datang dan langsung ikut diamankan,” kata Angga, Sabtu (30/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, petugas menghadirkan Ketua RT setempat untuk menyaksikan proses penggeledahan. Dari hasil penggeledahan terhadap MB, ditemukan 48 paket sabu, satu paket pecahan pil ekstasi, plastik klip bening, serta barang lainnya yang berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, dari tangan ZL, polisi menyita 20 paket sabu, satu paket pecahan pil ekstasi, plastik klip, serta sebuah ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan antara lain puluhan paket sabu siap edar, pecahan pil ekstasi, plastik pembungkus, serta beberapa unit telepon genggam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil tes urin terhadap kedua tersangka menunjukkan positif mengandung methamphetamine, yang menguatkan dugaan keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang&#45;Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Dumai untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran narkotika tersebut.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/11913845434-img-20260530-wa0008.jpg"/><pubDate>Sat, 30 May 2026 12:32:47 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6363/polres-dumai-ungkap-kasus-peredaran-sabu-dan-ekstasi-di-bukit-kapur-dua-buruh-harian-ditangkap</guid></item><item><title>PGN dan FEB Unri Tanam 100 Pohon Lindung, Tabebuya Diproyeksikan Mekar pada 2028.</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6362/pgn-dan-feb-unri-tanam-100-pohon-lindung-tabebuya-diproyeksikan-mekar-pada-2028</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; PT Perusahaan Gas Negara (PGN) area Pekanbaru, bersama Universitas Riau memperkuat kolaborasi di bidang lingkungan dan pendidikan melalui kegiatan penghijauan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dilaksanakan bersempena Hari Ulang Tahun PGN ke&#45;61, dan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan, sekaligus dukungan terhadap terciptanya kawasan kampus yang hijau dan nyaman. Dengan menanam 100 bibit pohon lindung kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau. Bibit pohon tersebut terdiri dari tabebuya, tanjung, dan ketapang kencana yang mulai ditanam di sejumlah titik kawasan kampus FEB Unri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari total bantuan tersebut, sebanyak 33 pohon tabebuya menjadi perhatian utama karena dinilai cocok dengan karakteristik iklim Kota Pekanbaru yang cenderung panas. Pohon asal Amerika Selatan itu dikenal tahan terhadap paparan sinar matahari, dan memiliki perawatan yang relatif mudah melalui penyiraman serta pemupukan rutin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memperkuat kawasan hijau kampus, pohon tabebuya juga diharapkan dapat menjadi peneduh alami di lingkungan FEB Unri yang cukup terik pada siang hari.&lt;br&gt;Kegiatan penghijauan tersebut dihadiri oleh perwakilan PGN Area Pekanbaru dan disambut langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Alvi Furwanti Alwie, didampingi jajaran bagian umum FEB Unri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prosesi kegiatan diawali dengan penyerahan bibit pohon dan dilanjutkan dengan penanaman simbolis sebagai bentuk sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian lingkungan. Alvi Furwanti Alwie menyampaikan apresiasi atas kontribusi PGN dalam mendukung penghijauan kawasan kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih atas bantuan bibit pohon yang diberikan. Semoga bermanfaat bagi lingkungan kampus dan menjadi amal kebaikan untuk kita semua,” ujar Alvi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut pihak kampus, pohon tabebuya umumnya mulai berbunga pada sekitar April dan September. Masa mekarnya berlangsung selama tiga hingga empat hari sebelum bunga berguguran. Dengan usia tanam saat ini, pohon&#45;pohon tersebut diperkirakan mulai berbunga dalam kurun waktu 2,5 hingga 3 tahun atau sekitar tahun 2028 mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Area Head Charly Simanullang, mengatakan kegiatan penghijauan tersebut merupakan bagian dari komitmen PGN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya melalui layanan energi, tetapi juga melalui kontribusi sosial dan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Momentum HUT ke&#45;61 PGN menjadi pengingat bahwa keberadaan perusahaan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Melalui penanaman pohon ini, kami ingin meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang, khususnya bagi civitas akademika FEB Universitas Riau,” kata Charly.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan Charly, kolaborasi antara PGN dan FEB Universitas Riau diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pohon tabebuya yang ditanam hari ini bukan hanya simbol penghijauan, tetapi juga simbol harapan. Ketika nanti mulai berbunga pada tahun&#45;tahun mendatang, kami berharap semangat kolaborasi antara PGN dan Universitas Riau juga semakin tumbuh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Charly, lingkungan kampus memiliki peran penting sebagai ruang tumbuh generasi masa depan. Karena itu, menciptakan kawasan kampus yang hijau dan nyaman dinilai menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami percaya lingkungan belajar yang baik akan melahirkan energi positif, kreativitas, dan semangat belajar yang lebih kuat bagi mahasiswa. PGN ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” tutupnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semangat penghijauan tersebut sejalan dengan nilai yang terus dibangun oleh FEB Universitas Riau sebagai ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan alumni.&lt;br&gt;“FEB Unri more than just a campus, it is a second home of our students and alumni.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui momentum ulang tahun perusahaan, PGN Area Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan institusi pendidikan di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/51956723327-img-20260530-wa0008.jpg"/><pubDate>Sat, 30 May 2026 23:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6362/pgn-dan-feb-unri-tanam-100-pohon-lindung-tabebuya-diproyeksikan-mekar-pada-2028</guid></item></channel></rss>