<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://cakrabangsa.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://cakrabangsa.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Dokter PPDS Ditemukan Tewas di Semak Belukar Dekat RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebab Kematian.</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6492/dokter-ppds-ditemukan-tewas-di-semak-belukar-dekat-rsud-tengku-rafian-siak-polisi-selidiki-penyebab-kematian</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SIAK&lt;/strong&gt; (Cakrabangsa.com) – Warga dan tenaga medis RSUD Tengku Rafian Siak digegerkan dengan penemuan jasad seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di semak belukar samping pagar rumah sakit, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Korban diketahui bernama &lt;strong&gt;AKL (30)&lt;/strong&gt;, dokter asal Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, yang tengah menjalani pendidikan sebagai Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026) sore. Istrinya, Yulianti Marbun, yang juga berprofesi sebagai dokter, sempat berulang kali menghubungi telepon genggam korban, namun sudah tidak aktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak keluarga bersama petugas keamanan rumah sakit kemudian melakukan pencarian dan memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, korban terlihat berjalan seorang diri keluar melalui Pos Security II RSUD Tengku Rafian Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pencarian kembali dilakukan pada Selasa pagi. Sekitar pukul 11.30 WIB, tiga petugas rumah sakit menyisir area semak belukar di sekitar pagar rumah sakit yang menjadi titik terakhir keberadaan korban berdasarkan rekaman CCTV.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang petugas yang memanjat pagar akhirnya menemukan korban dalam kondisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari luar pagar rumah sakit. Di samping tubuh korban ditemukan sebuah tas sandang berwarna hitam yang diduga milik korban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Siak. Personel kepolisian bersama Satreskrim Polres Siak segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari lokasi, polisi mengamankan satu tas sandang hitam yang berisi peralatan medis, dompet, telepon genggam, dan kartu identitas RSUD Tengku Rafian Siak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Siak, Kompol Jusup Purba SH MH, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Siak untuk penanganan lebih lanjut. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit maupun persoalan rumah tangga. Korban diketahui baru menikah sekitar dua tahun dan belum memiliki anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polres Siak masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi sebagai bagian dari proses penyidikan dan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/66708462746-img-20260714-wa0027.jpg"/><pubDate>Tue, 14 Jul 2026 22:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6492/dokter-ppds-ditemukan-tewas-di-semak-belukar-dekat-rsud-tengku-rafian-siak-polisi-selidiki-penyebab-kematian</guid></item><item><title>Manggala Agni Padamkan 2 Hektare Karhutla di Kubu Rohil, Titik Baru Terdeteksi di Bangko</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6491/manggala-agni-padamkan-2-hektare-karhutla-di-kubu-rohil-titik-baru-terdeteksi-di-bangko</link><description>&lt;p&gt;CAKRABANGSA &#45; &lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt; &#45; Tim Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pulau Putri, Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Pada hari pertama operasi pemadaman, Senin (13/7/2026), petugas berhasil memadamkan sekitar 2 hektare lahan dari total area terbakar seluas sekitar 7,5 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan hingga akhir operasi hari pertama api terbuka telah berhasil dipadamkan. Namun, tim masih menemukan kepulan asap di sejumlah titik sehingga proses pendinginan dan pemadaman lanjutan akan terus dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pada hari pertama penanganan di Kecamatan Kubu, api terbuka sudah tidak ditemukan. Namun masih terdapat asap di beberapa titik sehingga tim akan melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan bara api benar&#45;benar padam,&quot; kata Ferdian, dikutip Selasa (14/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lokasi kebakaran berada di lahan masyarakat dengan vegetasi berupa ilalang, semak belukar, dan kelapa sawit, serta didominasi tanah gambut yang membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif. Kebakaran juga terjadi dengan karakter api bawah (ground fire) dan api permukaan (surface fire).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ferdian menjelaskan, satu regu Manggala Agni bersama unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Rokan Hilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat setempat, serta dukungan Satgas Udara melaksanakan pemadaman darat sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman sekaligus penyekatan di sekeliling area terbakar untuk mencegah api merambat ke kawasan yang masih memiliki bahan bakar. Langkah ini penting mengingat kondisi lahan gambut dan masih banyaknya vegetasi yang mudah terbakar,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam operasi tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya drone Mavic 3 Pro untuk pemantauan udara, dua unit ministroker lengkap, satu unit Z Power, satu kendaraan operasional Hilux, serta tiga unit sepeda motor. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain fokus menyelesaikan pemadaman di Kecamatan Kubu, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga menerima laporan adanya titik kebakaran baru yang terdeteksi melalui patroli udara di wilayah Kepenghuluan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hasil patroli udara hari ini menemukan lokasi kebakaran baru di Kepenghuluan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Besok pagi tim Manggala Agni akan kami berangkatkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus penilaian kondisi lapangan,&quot; ungkap Ferdian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera terus melakukan pemantauan melalui patroli darat dan udara sebagai langkah deteksi dini agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami terus memperkuat patroli dan respons cepat di lapangan. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar setiap titik api dapat segera dikendalikan sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan,&quot; tutup Ferdian.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/87546716606-1783994307.jpg"/><pubDate>Tue, 14 Jul 2026 14:31:40 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6491/manggala-agni-padamkan-2-hektare-karhutla-di-kubu-rohil-titik-baru-terdeteksi-di-bangko</guid></item><item><title>PWI Riau Gelar Anugerah Jurnalistik Ali Kelana, Segera Kirimkan Karya</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6490/pwi-riau-gelar-anugerah-jurnalistik-ali-kelana-segera-kirimkan-karya</link><description>&lt;p&gt;CAKRABANGSA &#45; PEKANBARU &#45; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau kembali menggelar Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana Tahun 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong lahirnya karya&#45;karya jurnalistik berkualitas yang mengangkat isu pembangunan energi berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Panitia Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana PWI Riau Tahun 2026, Harry B. Koriun, mengatakan kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh anggota aktif PWI yang memiliki karya jurnalistik sesuai dengan tema yang telah ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tahun ini panitia mengangkat tema *Inovasi teknologi energi, implementasi kebijakan, dampak lingkungan, hingga transisi ekonomi*. Kami berharap tema ini dapat melahirkan karya&#45;karya jurnalistik yang informatif, mendalam, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi publik di sektor energi,&quot; kata Harry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, karya yang diikutsertakan harus telah dipublikasikan di media massa pada periode Agustus 2025 hingga 15 Juli 2026.&lt;br&gt;Untuk kategori karya tulis jurnalistik, peserta diwajibkan mengirimkan naskah dalam format Microsoft Word dengan panjang minimal 1.500 kata serta melampirkan bukti pemuatan dalam bentuk PDF.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, peserta kategori foto jurnalistik wajib mengirimkan file foto berformat JPG dengan resolusi tinggi disertai bukti publikasi dalam format PDF.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh karya dikirim melalui surat elektronik *pwiriau@gmail.com* paling lambat 15 Juli 2026 pukul 23.59 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry menjelaskan, panitia telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Untuk kategori karya tulis jurnalistik, juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp7,5 juta, sedangkan lima nominator masing&#45;masing menerima Rp500 ribu.&lt;br&gt;Adapun kategori foto jurnalistik menyediakan hadiah utama sebesar Rp5 juta, serta lima nominator yang masing&#45;masing akan menerima hadiah Rp500 ribu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini diharapkan mampu mendorong wartawan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam memahami dinamika pembangunan energi nasional,&quot; ujarnya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/77755757777-img-20260714-wa0022.jpg"/><pubDate>Tue, 14 Jul 2026 14:28:54 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6490/pwi-riau-gelar-anugerah-jurnalistik-ali-kelana-segera-kirimkan-karya</guid></item><item><title>PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Sumatera kepada Investor, Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis dan Konektivitas Gas Sumatera.</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6489/pgn-tunjukkan-kesiapan-infrastruktur-sumatera-kepada-investor-perkuat-prospek-pertumbuhan-bisnis-dan-konektivitas-gas-sumatera</link><description>&lt;p&gt;Pekanbaru (Cakrabangsa.com) &#45; PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mengajak investor ritel terbesar Perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, serta potensi pengembangan pasar gas bumi yang akan semakin diperkuat melalui berbagai proyek strategis, termasuk dukungan terhadap pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM. Pengembangan jaringan tersebut diharapkan semakin meningkatkan konektivitas pasokan sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN menyalurkan gas bumi sebesar ± 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi, yaitu pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) di Batam serta pasar dengan tingkat penetrasi tinggi (high penetration market) di Palembang dan Medan.&lt;br&gt;“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sisi infrastruktur, operasi PGN di Sumatera Utara juga didukung jaringan yang dikelola oleh anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan tersebut terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk regasifikasi LNG Arun serta pasokan dari sejumlah blok hulu, yang selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, hingga sektor pupuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Heri, pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera. Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memperluas fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh sampai Lampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memperkuat konektivitas antardaerah, PGN saat ini juga mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang ±1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial dan industri di wilayah Sumatera bagian Utara. Keberadaan fasilitas offtake station, seperti Pasar IX, turut meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Heri menambahkan bahwa penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut didukung oleh integrasi infrastruktur pipa dan nonpipa, termasuk CNG dan LNG, sehingga PGN mampu menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam di berbagai wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutup Heri.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/65104974958-img-20260714-wa0005.jpg"/><pubDate>Tue, 14 Jul 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6489/pgn-tunjukkan-kesiapan-infrastruktur-sumatera-kepada-investor-perkuat-prospek-pertumbuhan-bisnis-dan-konektivitas-gas-sumatera</guid></item><item><title>Kemarin Tewaskan Bocah 12 Tahun, Harimau Sumatera Kembali Renggut Nyawa Pekerja di Pelalawan</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6488/kemarin-tewaskan-bocah-12-tahun-harimau-sumatera-kembali-renggut-nyawa-pekerja-di-pelalawan</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Konflik antara manusia dan Harimau Sumatera di Kabupaten Pelalawan kembali memakan korban jiwa. Setelah seorang anak berusia 12 tahun meninggal dunia akibat diduga diterkam Harimau Sumatera beberapa hari lalu, kini seorang pekerja bernama Eko Prastio (29) juga ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang satwa dilindungi tersebut di salah satu areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), Jumat (10/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Laskar Permana, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Riau yang sejak 7 Juli 2026 berada di lapangan untuk menangani konflik Harimau Sumatera di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;BBKSDA Riau kembali menerima laporan dari Tim WRU yang masih berada di lapangan bahwa telah terjadi kembali insiden serangan Harimau Sumatera yang menyebabkan seorang laki&#45;laki berusia 29 tahun meninggal dunia di salah satu areal PBPH di Kabupaten Pelalawan,&quot; kata Laskar, Senin (13/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan hasil penelusuran Tim WRU, peristiwa diperkirakan terjadi antara pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB. Sebelum kejadian, sekitar pukul 19.15 WIB, korban berpamitan kepada rekan sekamarnya untuk mencari sinyal telepon guna menyampaikan agenda pekerjaan melalui grup WhatsApp.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena hingga tengah malam korban tak kunjung kembali ke mess, rekan korban bersama seorang karyawan dan petugas keamanan melakukan pencarian. Di lokasi yang biasa digunakan korban menelepon, mereka menemukan sandal dan headset milik korban, ceceran darah dalam jumlah banyak, bekas seretan menuju semak, serta jejak Harimau Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada Tim WRU BBKSDA Riau sekitar pukul 02.30 WIB. Tim gabungan tiba di lokasi pukul 02.52 WIB dan kembali menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 16 sentimeter × 15 sentimeter, ceceran darah, serta barang&#45;barang milik korban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pencarian dilakukan hingga radius sekitar tiga kilometer menggunakan drone thermal dan sorotan lampu halogen. Namun, karena kondisi masih gelap, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada pagi hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam semak, sekitar 650 meter dari lokasi terakhir ia diketahui berada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laskar menjelaskan, lokasi kejadian terbaru berjarak sekitar 6,5 kilometer dari lokasi konflik sebelumnya yang menewaskan seorang anak berusia 12 tahun. Saat ini, tim masih menganalisis apakah kedua serangan tersebut dilakukan oleh individu Harimau Sumatera yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tim saat ini masih menganalisa apakah individu Harimau Sumatera pada kejadian ini merupakan individu yang sama dengan kejadian sebelumnya,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai langkah mitigasi, BBKSDA Riau telah memasang boxtrap di sekitar lokasi kejadian dan meminta perusahaan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat guna meminimalkan potensi konflik lanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengimbau masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp berfungsi dengan baik, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi,&quot; tegas Laskar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, BBKSDA Riau akan terus melakukan penanganan secara terukur bersama para pihak terkait dengan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/51556632256-img-20260713-wa0030.jpg"/><pubDate>Mon, 13 Jul 2026 16:30:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6488/kemarin-tewaskan-bocah-12-tahun-harimau-sumatera-kembali-renggut-nyawa-pekerja-di-pelalawan</guid></item></channel></rss>