<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://cakrabangsa.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://cakrabangsa.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Kasus Narkoba di Riau Tembus 1.026, Aparat Jaga Kondusivitas Panipahan</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6262/kasus-narkoba-di-riau-tembus-1026-aparat-jaga-kondusivitas-panipahan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com)&lt;/strong&gt; — Kepolisian Daerah Riau mengungkap 1.026 kasus narkotika sepanjang Januari hingga April 2026. Dalam periode tersebut, sebanyak 742 tersangka diamankan dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, Rabu (15/4/2026), mengatakan pengungkapan itu merupakan hasil kerja seluruh jajaran kepolisian dalam menekan peredaran narkoba yang dinilai semakin meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 77,22 kilogram sabu, 46.795 butir ekstasi, 28,69 kilogram ganja, 23,27 kilogram heroin, 10.111 butir H&#45;five, 592 botol Baya Atomidate, serta 440 kemasan cairan yang dikenal sebagai “happy water”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di wilayah hukum Polres Rokan Hilir, tercatat 51 kasus diungkap dengan 77 tersangka. Aparat menilai kawasan pesisir masih menjadi titik rawan peredaran narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, situasi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, dilaporkan mulai kondusif setelah sempat terjadi aksi warga terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Polsek Panipahan Inspektur Polisi Satu Subiarto Tampubolon mengatakan kondisi keamanan relatif terkendali, meski masih terdapat potensi pergerakan warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Situasi sudah mulai kondusif, tetapi masih ada kemungkinan aksi lanjutan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polisi telah menyegel delapan rumah yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba. Selain itu, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan di luar hukum dan tidak mudah terprovokasi. Warga diminta menyerahkan penanganan kasus kepada aparat serta berperan aktif melaporkan dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan kepolisian, termasuk Call Center 110, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/39082534683-img-20260415-wa0005.jpg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 14:12:20 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6262/kasus-narkoba-di-riau-tembus-1026-aparat-jaga-kondusivitas-panipahan</guid></item><item><title>Kerahkan 120 Personil Satgas, Pembangunan 83 Jembatan Tahap II Dimulai</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6261/kerahkan-120-personil-satgas-pembangunan-83-jembatan-tahap-ii-dimulai</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &lt;/strong&gt;— Kepolisian Daerah Riau mengerahkan 120 personel dalam Satuan Tugas (Satgas) Darurat Merah Putih Presisi Tahap II untuk mengawal sekaligus mendukung pembangunan 83 jembatan di sejumlah wilayah terpencil di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apel pemberangkatan satgas dipimpin Wakapolda Riau Hengki Haryadi di Markas Polda Riau, Rabu (15/4/2026). Dalam arahannya, Hengki menegaskan keterlibatan kepolisian dalam program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pemenuhan akses dasar masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pembangunan jembatan ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan masyarakat,” kata Hengki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyoroti masih adanya warga, termasuk anak&#45;anak, yang harus menyeberangi sungai dengan sarana terbatas untuk beraktivitas, termasuk pergi ke sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahap kedua ini, pembangunan difokuskan pada 83 jembatan yang ditargetkan rampung dalam dua gelombang hingga Juni 2026. Sebelumnya, sebanyak 27 jembatan telah selesai dibangun. Dengan demikian, total target pembangunan mencapai 110 jembatan di seluruh kabupaten di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah daerah dengan tingkat kesulitan tinggi menjadi perhatian, antara lain Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Kondisi geografis di wilayah tersebut dinilai memerlukan penanganan khusus serta koordinasi lintas pihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini mengusung konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, aparat, dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga terlibat dalam mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau menargetkan seluruh pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/61388458164-wa_1776232044645.jpeg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 12:49:57 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6261/kerahkan-120-personil-satgas-pembangunan-83-jembatan-tahap-ii-dimulai</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Larang Perpisahan TK hingga SMP di Hotel</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6260/pemko-pekanbaru-larang-perpisahan-tk-hingga-smp-di-hotel</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;CAKRABANGSA &#45; PEKABARU &#45; &lt;/strong&gt;Menjelang berakhirnya tahun ajaran, siswa tingkat akhir di berbagai jenjang pendidikan akan segera menyelesaikan masa studinya sebelum melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Meski perayaan kelulusan sudah menjadi tradisi tahunan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat dengan mengeluarkan peringatan dini agar pihak sekolah tidak menggelar acara perpisahan secara berlebihan, terutama yang dilaksanakan di hotel&#45;hotel mewah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kebijakan tegas ini menyasar seluruh institusi pendidikan di bawah naungan Pemko Pekanbaru, mulai dari tingkat Taman Kanak&#45;kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Imbauan ini tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri yang mendapat subsidi pemerintah, tetapi juga ditekankan kepada sekolah swasta agar memiliki empati terhadap kondisi finansial para wali murid di tengah situasi ekonomi saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menjelaskan bahwa instruksi tersebut dikeluarkan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat. Ia menilai, kegiatan perpisahan yang digelar di hotel dengan biaya tinggi berpotensi menimbulkan beban psikologis dan ekonomi bagi orang tua siswa. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu fokus anggaran keluarga yang seharusnya lebih diprioritaskan untuk biaya masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kita mengimbau pihak sekolah tidak melaksanakan acara perpisahan siswa secara berlebihan, apalagi sampai dilaksanakan di hotel dengan biaya tinggi. Hal ini sangat memberatkan wali murid dalam kondisi ekonomi hari ini yang masih penuh tantangan,&quot; ujar Markarius Anwar saat memberikan keterangan resmi di Pekanbaru, Senin (13/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih lanjut, Markarius menambahkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal penghematan biaya, melainkan juga selaras dengan program nasional terkait efisiensi energi yang tengah digalakkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Sekolah diminta lebih kreatif dalam merancang kegiatan perpisahan yang tetap berkesan dan penuh makna tanpa harus mengedepankan aspek kemewahan atau seremonial yang menghabiskan banyak biaya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Markarius menyebutkan bahwa tren perpisahan mewah di hotel selama ini lebih sering ditemukan di lingkungan sekolah swasta. Meski demikian, Pemko Pekanbaru menegaskan tidak ada perlakuan khusus atau pengecualian. Seluruh kepala sekolah diminta untuk mematuhi arahan ini demi menjaga kondusivitas sosial dan kesetaraan di lingkungan pendidikan Kota Bertuah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pihak pemerintah daerah juga memastikan akan membuka kanal pengaduan bagi wali murid yang merasa keberatan dengan adanya pungutan biaya perpisahan yang dinilai tidak wajar. Laporan dari masyarakat akan dijadikan basis data awal bagi Dinas Pendidikan untuk menelusuri sekolah&#45;sekolah yang terindikasi melanggar aturan tersebut sebagai bahan evaluasi berkala bagi pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Nanti laporan pasti masuk juga ke kita. Maka kita imbau dari sekarang, jika masih ditemukan yang berlebihan, akan ada pembinaan secara langsung ke sekolah&#45;sekolah tersebut, baik negeri maupun swasta,&quot; tegas Markarius&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/6673340596-pemko-pekanbaru-larang-perpisahan-t.jpg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 10:30:44 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6260/pemko-pekanbaru-larang-perpisahan-tk-hingga-smp-di-hotel</guid></item><item><title>Semakin Terdepan, Puluhan Dosen Unilak Raih Pendanaan Hibah Penelitian Dan Pengabdian Kemdiktisaintek 2026</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6259/semakin-terdepan-puluhan-dosen-unilak-raih-pendanaan-hibah-penelitian-dan-pengabdian-kemdiktisaintek-2026</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;CAKRABANGSA.COM &#45; PEKANBARU &#45; &lt;/strong&gt;Universitas Lancang Kuning Riau (Unilak) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui capaian para dosennya yang berhasil memperoleh pendanaan dalam program Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat PendanaanTahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan data, ada 15 tim dosen dinyatakan lolos dan mendapatkan pendanaan untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian. Setiap tim, terdiri dari ketua, dan anggota yang yang berstatus dosen. Para dosen tersebut berhasil menerima hibah dalam berbagai skema program, di antaranya dari kajian sosial, pendidikan, teknologi, pertanian, computer, lingkungan,ekonomi, hukum, Teknik, dan kebijakan publik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;Wakil Rektor I Unilak bidang Akademik Assoc Profesor Dr Zamzami, Selasa 14 April 2026 mengatakan, keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat akademik Unilak dalam mengembangkan riset yang inovatif , serta pengabdian yang berdampak besar bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“ Terima kasih kepada Dikti, dan selamat kepada dosen dosen Unilak yang lolos. Keberhasilan ini menjadikan dosen Unilak semakin terdepan dalam, pengabdian, riset dan inovasi. Kita ingin mendorong seluruh dosen Unilak mampu mendapatkan hibah. “ ujar Assoc Profesor Dr Zamzami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ditambahkan Zamzami, bahwa kerberhasilan dosen Unilak meraih hibah ini membuktikan bahwa dosen kita mampu bersaing dengan para peneliti periset dari kampus kampus lain. Sebelum dinyatakan lolos, tentu dosen mengajukan proposal, sehingga proposal yang diajukan ini mampu menyakinkan Dikti bahwa penelitian dosen Unilak berdampak bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;br&gt;15 Tim dosen yang berhasil meraih hibah yaitu Prof Dr Adol Bastian, Assoc Profesor Dr Indra Purnama, &amp;nbsp;Dr Eddissyah Putra Pane, Ir Lativa Siswati, Dr Lusi Dwi Putri, Yelmiza, SSi MSi, &amp;nbsp;Assoc Profesor Dr Muthia Anggraini, Assoc Profesor Dr Budianto Hamuddin, Assoc Profesor Satria Nanda, Ph,D, Assoc Profesor Dr Indah Muzdalifa, Assoc Profesor M Rasyid Abdillah,Ph.D, Assoc Profesor Dr Indra Arita, Assoc Profesor Alred Suci,Ph,D, Assoc Profesor Dr Eni Suhesti, dan Elly Nielwaty.MM.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/83580070230-wr_satuuu.jpg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 10:32:42 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6259/semakin-terdepan-puluhan-dosen-unilak-raih-pendanaan-hibah-penelitian-dan-pengabdian-kemdiktisaintek-2026</guid></item><item><title>Layanan Hebat, Loyalitas Kuat  Rekomendasi Mengalir.</title><link>https://cakrabangsa.com/detail/6258/layanan-hebat-loyalitas-kuat--rekomendasi-mengalir</link><description>&lt;p&gt;&lt;br&gt;PEKANBARU (Cakrabangsa.com) &#45; Dalam realitas bisnis saat ini hubungan dan pengalaman menjadi semakin penting, dimana layanan tidak lagi sekadar pelengkap strategi, tetapi menjadi &amp;nbsp;pusat dan cara perusahaan menciptakan nilai, memenangkan persaingan serta menciptakan keunggulan kompetitif. Produk dapat dengan relatif mudah ditiru, dan harga selalu dapat disesuaikan mengikuti dinamika pasar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, pengalaman layanan yang menyentuh dan relevan membangun aset yang jauh lebih dalam yaitu &amp;nbsp;hubungan yang berakar pada kepercayaan. Peran layanan dalam hal ini bertransformasi menjadi penggerak strategis dan sebagai kekuatan untuk mempertahankan pelanggan, memperkuat keterikatan emosional, serta mendorong rekomendasi yang hadir secara alami melalui pengalaman positif yang dirasakan pelanggan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah penelitian terkini memperlihatkan bahwa kualitas layanan bukan sekadar faktor pendukung, melainkan penentu utama dalam membentuk loyalitas dan mempertahankan pelanggan.Loyalitas berkembang melalui tahapan dari rasa puas, menjadi preferensi, hingga akhirnya mendorong pelanggan untuk merekomendasikan. Oleh karena itu, layanan tidak hanya bersifat menjaga pelanggan tetap menggunakan produk, tetapi juga mengubah mereka menjadi kekuatan yang secara sukarela memperluas jangkauan pasar melalui pengalaman yang mereka bagikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kerangka ini, layanan unggul bekerja sebagai mekanisme strategis yang secara simultan menjaga keberlanjutan relasi, membentuk loyalitas, dan mendorong lahirnya rekomendasi. Pelanggan pada dasarnya tidak bertahan semata karena kontrak atau pertimbangan harga, melainkan karena pengalaman yang konsisten, relevan, dan dapat diandalkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika layanan mampu meminimalkan friksi, baik dalam kemudahan akses, kecepatan respons, maupun ketepatan penyelesaian masalah, maka keputusan untuk tetap bertahan menjadi pilihan yang tidak hanya rasional, tetapi juga emosional. Retensi, dalam konteks ini, bukanlah hasil dari upaya “menahan” pelanggan, melainkan konsekuensi alami dari nilai yang terus dirasakan dalam setiap interaksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih jauh, akumulasi pengalaman layanan yang positif secara bertahap membentuk kepercayaan, yang kemudian berkembang menjadi loyalitas. Loyalitas tidak muncul secara instan atau melalui intervensi sesaat, melainkan melalui konsistensi pengalaman yang terus terjaga dari waktu ke waktu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap titik kontak layanan dengan pelanggan pada dasarnya merupakan investasi reputasi, di mana kualitas yang dirasakan, kepuasan yang terbentuk, dan kepercayaan yang terbangun saling memperkuat dalam menciptakan keterikatan yang lebih dalam. Dalam praktiknya, loyalitas tidak dibangun oleh kampanye besar yang bersifat temporer, tetapi oleh konsistensi kecil yang terakumulasi menjadi pengalaman yang bermakna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahap yang lebih matang, layanan yang unggul tidak hanya mempertahankan dan mengikat pelanggan, tetapi juga menggerakkan mereka untuk menjadi advokat yang secara sukarela merekomendasikan. Rekomendasi ini memiliki tingkat kredibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan komunikasi formal perusahaan, karena berakar pada pengalaman nyata yang dirasakan secara langsung.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam banyak situasi, kepercayaan yang lahir dari pengalaman personal terbukti lebih efektif daripada berbagai bentuk persuasi yang dirancang secara korporat. Di titik inilah layanan mencapai nilai strategis tertingginya yaitu ketika pelanggan tidak lagi sekadar menjadi pengguna, melainkan bertransformasi menjadi medium komunikasi yang paling autentik, yang secara sukarela memperluas jangkauan dan pengaruh perusahaan di pasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejalan dengan dinamika tersebut, perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa peran layanan semakin diperkuat oleh integrasi teknologi digital, khususnya melalui pemanfaatan analitik data dan kecerdasan buatan. Jika sebelumnya layanan berfokus pada respons terhadap kebutuhan yang muncul, kini perusahaan bergerak lebih jauh dengan kemampuan untuk memahami pola perilaku pelanggan, mengantisipasi kebutuhan, bahkan memprediksi potensi ketidakpuasan sebelum benar&#45;benar terjadi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pergeseran ini menandai transformasi penting dari pendekatan yang reaktif menuju pendekatan yang prediktif dan proaktif, di mana layanan tidak lagi sekadar hadir pada saat dibutuhkan, tetapi mampu mendahului ekspektasi pelanggan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Namun demikian, terdapat satu pelajaran mendasar yang kerap terabaikan dalam euforia transformasi digital yaitu teknologi pada hakikatnya hanya berperan sebagai akselerator, bukan pengganti esensi layanan itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik kecanggihan sistem dan presisi analitik, fondasi loyalitas tetap bertumpu pada pengalaman yang dirasakan pelanggan yakni perasaan dihargai, dipahami, dan dilayani dengan ketulusan serta perhatian yang autentik. Literatur pemasaran jasa secara konsisten menegaskan bahwa dimensi emosional dalam pengalaman pelanggan memiliki peran krusial dalam membentuk keterikatan jangka panjang, bahkan melampaui aspek fungsional semata (Berry, 2016; Lemon &amp;amp; Verhoef, 2016).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kata lain, teknologi menjadi bermakna sejauh ia mampu memperkuat sentuhan manusiawi dalam setiap interaksi layanan.&lt;br&gt;Dari sudut pandang strategis, implikasinya menjadi semakin jelas bahwa layanan tidak lagi relevan diposisikan sebagai cost center, melainkan sebagai value center yang secara langsung berkontribusi terhadap kinerja bisnis.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Investasi pada kualitas layanan tidak hanya berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, tetapi juga memperpanjang customer lifetime value, menekan biaya akuisisi melalui efek rekomendasi, serta menciptakan diferensiasi yang lebih tahan terhadap imitasi (Reichheld &amp;amp; Sasser, 1990; Heskett et al., 1994). Dalam kerangka ini, layanan berfungsi sebagai pendorong nilai yang menghubungkan pengalaman pelanggan dengan hasil bisnis yang terukur dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, merancang layanan sebagai sebuah pengalaman yang utuh dan konsisten dalam kualitas, responsif terhadap kebutuhan, serta bermakna secara emosional, akan menempatkan posisi perusahaan yang lebih unggul dalam membangun relasi jangka panjang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Loyalitas, dalam konteks ini, bukan lagi sesuatu yang harus dikejar secara agresif, melainkan hasil alami dari pengalaman yang terus memenuhi dan melampaui ekspektasi pelanggan. Ketika loyalitas telah mengakar, rekomendasi tidak lagi menjadi sesuatu yang perlu diminta atau diinsentifkan, tetapi mengalir secara alami sebagai refleksi dari nilai layanan yang benar&#45;benar dirasakan dan dihargai oleh pelanggan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://cakrabangsa.com/assets/berita/original/15396762434-img-20260414-wa0044.jpg"/><pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cakrabangsa.com/detail/6258/layanan-hebat-loyalitas-kuat--rekomendasi-mengalir</guid></item></channel></rss>