Momentum Valentine, Energi Berkelanjutan Jadi Fondasi Ekonomi dan Kesejahteraan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:30:58 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Momentum Valentine tak hanya dimaknai sebagai perayaan kasih sayang dalam relasi personal, tetapi juga dapat direfleksikan dalam konteks yang lebih luas, termasuk dalam sistem ekonomi dan pembangunan. Energi yang andal, aman, dan efisien dinilai sebagai bentuk kepedulian struktural terhadap kualitas hidup masyarakat sekaligus fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi.

Charly Simanullang, mahasiswa Program Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, memandang bahwa dalam perspektif ekonomi modern, “kasih” dapat diterjemahkan sebagai komitmen terhadap sistem yang menjaga stabilitas dan kesejahteraan kolektif. Salah satu elemen utama dalam sistem tersebut adalah energi.

Menurutnya, energi memiliki peran strategis dalam menopang berbagai aspek kehidupan. Ketersediaan energi yang stabil menentukan kenyamanan rumah tangga, keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), produktivitas industri, hingga optimalisasi layanan publik seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Dalam kerangka ekonomi berkelanjutan, gas bumi diposisikan sebagai “energi baik” karena mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. Stabilitas pasokan energi menciptakan efek berantai dalam sistem ekonomi, baik pada level mikro maupun makro. 

Rumah tangga memperoleh kepastian biaya dan kenyamanan, pelaku usaha dapat mengendalikan operasional secara efisien, sementara industri menjaga kesinambungan produksi tanpa tekanan fluktuasi energi yang ekstrem.

“Ketersediaan energi yang stabil bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi daya saing daerah dan ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Lebih jauh, dalam perspektif manajemen layanan, reliabilitas energi turut membangun kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Energi menyentuh aspek mendasar kehidupan sehari-hari—kenyamanan, keamanan, dan efisiensi—sehingga kualitas layanan menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas jangka panjang.

Dalam lanskap bisnis energi, integrasi antara kualitas layanan, citra perusahaan, dan keterlibatan pelanggan menjadi kunci membangun persepsi publik terhadap konsep “energi baik”. Perusahaan energi yang mampu menyalurkan pasokan secara konsisten dan berkelanjutan tidak lagi dipandang semata sebagai penyedia utilitas, melainkan sebagai mitra pembangunan yang menghadirkan nilai sosial dan ekonomi secara simultan. Pendekatan ini selaras dengan paradigma pemasaran modern berbasis nilai (value-based service) yang menempatkan kebermanfaatan sosial sebagai inti dari loyalitas pelanggan.

Dari sisi keberlanjutan, pemanfaatan gas bumi juga dinilai sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi yang lebih efisien dan relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber energi beremisi tinggi. Dengan demikian, energi bukan hanya instrumen pertumbuhan ekonomi, tetapi juga instrumen perlindungan masa depan.

Valentine, dalam dimensi ekonomi publik, pada akhirnya dapat dimaknai sebagai refleksi bahwa energi yang stabil dan berkelanjutan merupakan bentuk kasih sayang kolektif bagi negeri. Energi yang baik tidak sekadar menggerakkan mesin ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.

Terkini