PEKANBARU (Cakrabangsa.com) – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat komitmennya menjaga ketahanan energi nasional melalui perluasan pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi darat.
Di tengah situasi geopolitik global yang memengaruhi ketersediaan dan harga energi dunia, PGN menilai BBG menjadi solusi energi domestik yang lebih efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa BBG merupakan energi bersumber dari gas bumi Indonesia yang dapat diandalkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Melalui layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), PGN berupaya menyediakan energi yang stabil baik dari sisi harga maupun pasokan.
“Sebagai Subholding Gas Pertamina, kami terus mendampingi masyarakat agar memperoleh akses energi yang andal dengan harga bersahabat, terutama menghadapi tantangan global saat ini,” ujar Fajriyah, Rabu (1/4/2026).
Dari sisi ekonomi, BBG menawarkan keunggulan signifikan. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG, yakni Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Tarif ini lebih rendah dibandingkan harga BBM nonsubsidi di pasaran, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara konsisten.
Selain hemat, BBG juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon hingga 20% lebih bersih dibandingkan bahan bakar minyak. Teknologi pembakarannya menghasilkan residu lebih rendah, sehingga mesin kendaraan lebih terjaga dan biaya perawatan dapat ditekan.
“Pembakaran gas yang lebih sempurna membuat ruang bakar mesin tetap bersih. Ini berdampak pada performa kendaraan yang lebih optimal serta umur mesin yang lebih panjang,” jelas Fajriyah.
Untuk meningkatkan adopsi BBG, PGN menggandeng Komunitas Mobil Gas (Komogas) dengan menghadirkan layanan bengkel keliling. Program ini hadir di Basecamp Komogas, Kalimalang–Jakarta Timur hingga 3 April 2026, dan dilanjutkan di SPBG Bogor pada 6–10 April 2026.
Layanan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, hingga konversi kendaraan ke BBG dengan tenaga profesional. Upaya ini diharapkan mempermudah masyarakat beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.
Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, empat Mobile Refueling Unit (MRU), serta satu Mother Station (MS) yang mendukung distribusi BBG untuk kendaraan.
Perusahaan berharap dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat mempercepat pembangunan SPBG baru di berbagai wilayah Indonesia.
“PGN memastikan keandalan pasokan gas bumi bagi seluruh jaringan SPBG. Optimalisasi energi domestik ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk menghadapi dinamika energi global dan menuju kemandirian energi,” tutup Fajriyah.