Karhutla Rupat Belum Terkendali, Angin Kencang Hambat Upaya Pemadaman

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:13:50 WIB

CAKRABANGSA - RUPAT - Angin kencang menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Jumat (5/6/2026).

Tiupan angin yang cukup kuat membuat api lebih cepat menjalar, sementara asap tebal menyelimuti area kebakaran sehingga menyulitkan proses pengendalian di lapangan. Meski begitu tim tetap berada di lokasi, bahkan menurunkan alat berat. 

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi kebakaran pada siang hari masih cukup berat karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

"Siang tadi asap lumayan pekat. Angin kencang juga mempercepat penjalaran api di lokasi kebakaran," ujar Ferdian.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Manggala Agni mengerahkan dua tim dari Daops Siak yang bekerja sejak pagi hingga siang hari. Kekuatan personel di lapangan juga akan bertambah setelah tim bantuan dari Kota Jambi dan Muara Tebo tiba di lokasi pada sore hari.

"Sore tadi tim dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah merapat ke lokasi dan akan mulai beroperasi besok," katanya.

Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Satu unit helikopter diterjunkan untuk membantu penanganan dari udara, sementara satu unit ekskavator terus bekerja membuat sekat bakar dan embung sebagai sumber air guna mendukung proses pemadaman.

Menurut Ferdian, penanganan karhutla di Tanjung Kapal melibatkan berbagai unsur secara terpadu. Selain Manggala Agni, upaya pemadaman juga didukung oleh BPBD, TNI, Polri, serta tim dari perusahaan PT SRL dan Priatama.

"Excavator terus membantu penyekatan dan pembuatan embung-embung untuk mendukung operasi pemadaman," jelasnya.

Tim gabungan saat ini terus berupaya menahan laju penyebaran api agar tidak meluas ke area lain, terutama karena kondisi angin yang masih berpotensi mempercepat pergerakan kobaran api di kawasan tersebut.

Terkini