355 Hotspot Terdeteksi di Riau, Asap Kiriman dari Selatan Mulai Bergerak

Ahad, 23 Agustus 2026 | 14:49:32 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mewaspadai pergerakan asap dari wilayah selatan yang berpotensi masuk dan memengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah di Riau.

Kondisi tersebut dipengaruhi pola angin yang bergerak dari wilayah selatan menuju utara. BPBD Riau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau arah pergerakan asap untuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, asap dari sejumlah provinsi di Sumatera bagian selatan mulai bergerak menuju Riau. Asap tersebut kemudian bercampur dengan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

"Ini asap kiriman dari Lampung, Sumatera Selatan dan Jambi yang masuk ke Riau, bercampur dengan asap yang dari Kerumutan Riau," kata Edy, Minggu (23/8/2026).

Menurut Edy, pergerakan asap bahkan telah terpantau hingga wilayah Sumatera Utara. Namun, sebarannya belum seluruhnya masuk ke kawasan permukiman.

"Asapnya juga sudah sampai ke Sumatera Utara, cuma belum sampai masuk ke permukiman karena memang arah anginnya dari selatan ke utara," ujarnya.

Edy menjelaskan, arah angin menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan dan sebaran asap. Karena itu, kondisi tersebut terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya dampak asap terhadap masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi dan balita, agar mewaspadai dampak paparan asap.

"Untuk mengantisipasi, jangan sampai masyarakat terdampak. Kita perlu ada pembagian masker juga di sana," imbuhnya.

Sementara itu, Forecaster on Duty BMKG Ranti Kurniati menjelaskan, berdasarkan pola angin yang terpantau, asap berpotensi bergerak dari arah tenggara-selatan menuju barat laut hingga utara.

"Berdasarkan arah angin yaitu dari tenggara-selatan menuju ke barat laut hingga utara," ujarnya.

Selain memantau pergerakan angin, BMKG juga mencatat masih tingginya aktivitas titik panas atau hotspot di Provinsi Riau.

Berdasarkan data yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, Sabtu (22/8/2026), terdapat 355 hotspot yang terdeteksi di Riau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 216 titik berada di Kabupaten Pelalawan.

"Data hotspot Provinsi Riau yang ter-update pukul 23 WIB tadi malam sebanyak 355 titik dan terbanyak tersebar di Kabupaten Pelalawan yaitu sebanyak 216 titik," jelas Ranti.

Tingginya jumlah hotspot tersebut menunjukkan potensi sumber asap dari dalam wilayah Riau masih cukup signifikan. Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki jumlah hotspot terbanyak.

Dengan adanya potensi asap kiriman dari wilayah selatan serta masih tingginya aktivitas hotspot di Riau, pemantauan arah angin dan kondisi udara terus dilakukan guna mengantisipasi meluasnya dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Terkini