Kabut Asap Belum Hilang, Pemko Pekanbaru Bekali Siswa dengan Masker dan Vitamin

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:33:03 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi peserta didik tingkat SD dan SMP mulai Senin (19/10/2026). Kebijakan ini diambil setelah kualitas udara menunjukkan perbaikan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, turun langsung meninjau pelaksanaan pembelajaran di SDN 36 dan SMPN 4 Pekanbaru. Dalam kunjungan tersebut, ia bersama jajaran juga membagikan masker dan vitamin C kepada peserta didik sebagai upaya menjaga kesehatan mereka selama mengikuti pembelajaran di sekolah.

Markarius mengatakan, keputusan untuk kembali mengizinkan PTM terbatas diambil setelah Pemko Pekanbaru melakukan evaluasi bersama BMKG, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, konsentrasi partikel halus atau particulate matter (PM2.5) menunjukkan tren perbaikan. Sejak sehari sebelumnya, angka PM2.5 tercatat berada di bawah 100. Bahkan, hasil pengukuran pada Senin menunjukkan angka 80 dan 70 di sejumlah titik pemantauan.

"Alhamdulillah, dari evaluasi kita kemarin bersama BMKG, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan OPD terkait lainnya, kita putuskan hari ini anak-anak sudah bisa belajar tatap muka karena pengukuran PM2.5 mulai membaik, di bawah 100," kata Markarius.

Meski demikian, Markarius menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya kembali normal. Sekolah tetap diwajibkan menerapkan sejumlah pembatasan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Salah satu ketentuannya adalah meniadakan seluruh kegiatan di luar ruangan, termasuk upacara bendera. Kegiatan mengaji yang sebelumnya dilaksanakan di luar kelas juga harus dipindahkan ke dalam ruangan.

Selain itu, peserta didik diwajibkan mengenakan masker sejak berangkat dari rumah. Saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas, masker dapat dibuka apabila kondisi memungkinkan. Namun, ketika berada di luar ruangan, peserta didik wajib kembali mengenakan masker.

"Kita tetap melakukan pembatasan. Tidak ada kegiatan di luar ruangan, upacara ditiadakan, dan kegiatan mengaji yang sebelumnya di luar dipindahkan ke dalam kelas. Anak-anak juga wajib memakai masker dari rumah," terang Markarius.

Pemko Imbau Orang Tua Penuhi Kebutuhan Vitamin Anak

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, Pemko Pekanbaru turut memperhatikan kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh peserta didik selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.

Dalam peninjauan tersebut, Markarius bersama jajaran membagikan vitamin C kepada siswa di sejumlah sekolah. Namun, ia menjelaskan bahwa pemberian vitamin tersebut masih bersifat stimulan dan belum mencakup seluruh kebutuhan peserta didik.

Karena itu, Pemko Pekanbaru akan menginstruksikan seluruh sekolah untuk menyampaikan imbauan kepada orang tua agar memperhatikan pemenuhan kebutuhan vitamin anak, terutama vitamin C dan vitamin D.

Menurut Markarius, asupan gizi dan vitamin perlu menjadi perhatian karena sebagian anak kurang menyukai sayur dan buah. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat kebutuhan nutrisi harian mereka tidak terpenuhi secara optimal.

"Kita akan menginstruksikan seluruh sekolah untuk menginformasikan kepada wali murid agar memberikan vitamin C dan vitamin D untuk anak-anak. Ini sifatnya stimulan saja," ucapnya.

Markarius juga meminta orang tua memastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang serta asupan nutrisi yang cukup selama mengikuti PTM terbatas.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah hingga orang tua, dapat bekerja sama menjaga kesehatan peserta didik di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap.

Terkini