Fokus Domestik dan Disiplin Keuangan, PGN Catat Kinerja Solid di Q1 2026.

Fokus Domestik dan Disiplin Keuangan, PGN Catat Kinerja Solid di Q1 2026.

Jakarta, (Cakrabangsa.com) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas dari Pertamina, membukukan kinerja keuangan yang solid pada Triwulan I 2026 dengan pertumbuhan laba yang signifikan di tengah dinamika sektor energi global.

PGN mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 90,4 juta, meningkat sekitar 46% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan laba kotor sekitar 12% serta keberhasilan Perseroan menekan beban pokok hingga 7% atau sekitar US$ 54 juta, disertai perbaikan pada beban keuangan dan selisih kurs.


Sepanjang Januari hingga Maret 2026, PGN membukukan pendapatan sebesar US$ 929,6 juta dan EBITDA sebesar US$ 240,6 juta. Kinerja ini tetap ditopang oleh bisnis inti niaga dan infrastruktur gas bumi yang kuat, meskipun tidak terdapat penjualan LNG pada segmen trading internasional selama periode tersebut.

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, dengan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. PGN juga berhasil menjaga keandalan infrastruktur pada level 99,9%, melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, yang didominasi oleh pelanggan rumah tangga.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyampaikan bahwa fokus pada ekosistem domestik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi,” ujarnya.

Dalam menjaga fleksibilitas pasokan, PGN memanfaatkan LNG secara terukur sebagai pelengkap distribusi gas. Tercatat volume regasifikasi mencapai 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD dari LNG Arun, serta 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat.

Di tengah volatilitas global, PGN tetap menjaga disiplin keuangan dengan menurunkan beban keuangan menjadi US$ 13,7 juta. Rasio keuangan juga terjaga sehat, dengan EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75 kali dan debt to equity ratio (DER) sebesar 29%.

Selain itu, Perseroan mencatatkan arus kas operasional positif sebesar US$ 86,9 juta, mencerminkan ketahanan finansial yang kuat dalam mendukung operasional dan ekspansi bisnis.
Ke depan, PGN akan terus memperkuat infrastruktur gas nasional, memperluas jaringan gas rumah tangga (jargas), serta mengembangkan layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. Upaya ini sejalan dengan peran gas bumi sebagai energi transisi menuju target Net Zero Emission.

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur.

 

Berita Lainnya

Index