CAKRABANGSA - PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru resmi mengoperasikan layanan darurat terpadu 112 Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman sebagai upaya mempercepat penanganan berbagai kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Layanan tersebut diluncurkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho di Pusat Komando 112 TRC Pekanbaru Aman yang berlokasi di eks Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Jalan Dahlia, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Sukajadi, Rabu (1/4/2026).
Peluncuran layanan ditandai dengan pelepasan merpati oleh Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas pusat komando. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung, Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, pimpinan OPD, Ketua DPRD Pekanbaru M Isa Lahamid, Wakil Ketua DPRD T Azwendi Fajri, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, Dandim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ihsanudin, Kepala BNNK Pekanbaru Kombes Pol Wawan serta perwakilan sejumlah instansi lainnya.
Dalam sambutannya, Agung Nugroho menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas pelayanan publik yang cepat dan responsif. Menurutnya, layanan 112 TRC Pekanbaru Aman merupakan hasil kolaborasi Pemko Pekanbaru bersama Forkopimda untuk menghadirkan sistem pelayanan darurat terpadu dalam satu pusat komando. Berbagai instansi terlibat dalam layanan ini, mulai dari kepolisian, TNI, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Satpol PP, BPBD, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan hingga PLN.
Melalui layanan tersebut, masyarakat cukup menghubungi nomor 112 untuk melaporkan berbagai kondisi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, tindak kejahatan maupun keadaan medis mendesak. Sistem ini juga terintegrasi dengan layanan 110 Polresta Pekanbaru untuk laporan kriminal dan layanan 119 Dinas Kesehatan untuk kondisi kegawatdaruratan medis. Untuk mendukung operasional, Pemko Pekanbaru telah mengaktifkan sekitar 300 kamera CCTV dan menargetkan peningkatan hingga 1.000 unit berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pada kesempatan yang sama, Pemko Pekanbaru juga meluncurkan program Mobil Antar Sehat yang akan tersedia di setiap kecamatan guna membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses transportasi kesehatan. Salah satu armada yang digunakan merupakan mobil dinas wali kota jenis Alphard yang dialihfungsikan untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Program ini lahir dari kebutuhan warga yang kesulitan memperoleh transportasi saat menjalani pengobatan rutin, seperti pasien cuci darah.
Selain itu, diluncurkan pula aplikasi digital Pekanbaru Aman yang terhubung langsung dengan layanan 112. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur panic button yang memungkinkan warga terhubung dengan petugas hingga tingkat RT dan RW. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melaporkan berbagai persoalan, mulai dari tindak kejahatan, konflik sosial, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kerusakan fasilitas umum seperti jalan berlubang dan lampu jalan padam. Di dalam aplikasi juga tersedia layanan psikolog serta pojok curhat untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan kesehatan mental.
Menariknya, saat acara berlangsung terjadi kecelakaan lalu lintas tidak jauh dari lokasi peluncuran. Agung Nugroho langsung melakukan simulasi dengan menghubungi nomor 112 untuk melaporkan kejadian tersebut. Dalam waktu singkat, laporan diterima dan ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, kepolisian dan pemadam kebakaran. Melalui layar pemantauan di pusat komando, terlihat petugas bergerak menuju lokasi untuk mensimulasikan respons cepat terhadap laporan warga.
Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru guna mempercepat penerbitan sertifikat hak milik (SHM), serta kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Pekanbaru terkait penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga binaan. Sejumlah rumah sakit turut menerima penghargaan atas dukungannya terhadap pelayanan kesehatan di Kota Pekanbaru.
Agung menjelaskan, pusat komando TRC ditempatkan di bangunan eks Kantor Dinas Kesehatan yang merupakan cagar budaya dan pernah menjadi rumah sakit serta kantor PMI pertama di Pekanbaru. Bangunan tersebut tetap dipertahankan bentuk aslinya dan hanya disesuaikan dengan kebutuhan layanan saat ini. Ia menegaskan, konsep utama TRC adalah menyatukan layanan Pemko, TNI dan Polri dalam satu sistem terpadu sehingga koordinasi penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, termasuk target respons pemadam kebakaran maksimal tujuh menit sejak laporan diterima.
Pemko Pekanbaru berharap kehadiran layanan 112 TRC Pekanbaru Aman dapat mempermudah masyarakat memperoleh bantuan dalam situasi darurat. Warga juga diimbau untuk memanfaatkan dan menyebarluaskan informasi mengenai layanan tersebut agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat sistem pelayanan terpadu yang kini tersedia melalui satu nomor darurat, yakni 112.(Nom)