Pemko Pekanbaru Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha dan Antisipasi Dampak El Nino

Pemko Pekanbaru Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha dan Antisipasi Dampak El Nino
Wako Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan sambutan pada High Level Meeting TPID Kota Pekanbaru, Kamis (21/5/2026).

CAKRABANGSA - PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga barang di pasaran.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho usai mengikuti High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekanbaru di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Kamis (21/5/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pekanbaru M Isa Lahamid, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta, unsur Forkopimda, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah strategis dibahas untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global, serta merespons pengaruh penguatan nilai tukar dolar terhadap kebutuhan masyarakat dan belanja pemerintah daerah.

Agung menegaskan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, pertemuan TPID menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam menjalankan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Pertemuan ini menjadi wadah penting buat kita semua untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama lintas instansi. Menata kota dan melayani masyarakat itu tidak bisa sendirian; butuh kekompakan penuh di semua lini agar setiap program yang direncanakan bisa berjalan dengan lancar dan dampaknya benar-benar dirasakan oleh warga,” kata Agung.

Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menghadapi kebutuhan masyarakat selama Iduladha dan mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat El Nino. Selain itu, berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dipaparkan Bank Indonesia juga menjadi perhatian bersama.

“Fokusnya tentu tadi kita dalam menghadapi Hari Raya Iduladha dan El Nino. Dan juga tentu bagaimana penekanan angka inflasi tadi sudah dipaparkan oleh Kepala BI dan tentu berbagai cara dan optimisme untuk bagaimana pemerintah punya peluang yang sangat besar untuk dapat menurunkan dolar lagi,” ujarnya.

Menurut Agung, tantangan pengendalian inflasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok, tetapi juga derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi memengaruhi psikologi masyarakat. Karena itu, seluruh stakeholder diminta aktif memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Jadi kita tentu kepada seluruh stakeholder untuk memberikan pengertian kepada seluruh masyarakat, dan tentu juga semua stakeholder baik yang vertikal ini juga akan memberikan edukasi supaya tidak terpengaruh cepat dengan berita-berita yang belum tentu keabsahannya, keasliannya. Karena sekarang tantangan kita tadi yang disampaikan oleh Pak Kapolresta, tantangannya tidak lagi di kehidupan kita yang sehari-hari, tapi tantangan kita ada di dunia media sosial khususnya seperti itu,” jelasnya.

Agung juga mengakui penguatan nilai dolar berdampak pada berbagai sektor, termasuk kenaikan harga bahan material dan kebutuhan pendukung pembangunan yang berpengaruh terhadap belanja pemerintah daerah.

“Ya tentu semua berpengaruh, tapi tadi saya sampaikan sama Direktur BI bahwa pemerintah punya peluang besar untuk dapat menekan kembali angka dolar tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah masih menunggu sejumlah langkah lanjutan yang telah disampaikan Bank Indonesia untuk merespons perkembangan nilai tukar dan dampaknya terhadap perekonomian daerah.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha, Pemko Pekanbaru bersama Forkopimda dan Bank Indonesia akan meningkatkan pengawasan di lapangan. Langkah yang disiapkan antara lain razia terhadap potensi penimbunan bahan pokok, pemantauan distribusi barang, serta pelaksanaan pasar murah bagi masyarakat.

“Ya kita kan turun bersama-sama baik itu melakukan razia dan juga tentu razia terkait penyimpanan barang-barang sembako ya, dan juga turun bersama-sama untuk bersama-sama dengan BI dan Forkopimda untuk melakukan mungkin pasar murah dan sebagainya,” terangnya.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan operasi pasar untuk menekan harga minyak goreng yang masih berada di kisaran Rp22 ribu per liter. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang berkembang.

“Ya, ada operasi pasar,” tegas Agung.(Nom)
 

Berita Lainnya

Index