PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Puluhan wadah penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) ditemukan di sebuah gudang di Jalan Temupuri, RT 04/RW 04, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (2/10/2026).
Gudang tersebut diduga digunakan untuk menampung dan mengolah BBM. Temuan itu terungkap setelah puluhan massa dari tiga organisasi masyarakat Melayu melakukan penelusuran bersama aparat kepolisian dan Pertamina Patra Niaga.
Tiga organisasi tersebut yakni Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan sekitar 54 baby tank berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Selain itu, terdapat 10 drum berwarna merah dengan kapasitas sekitar 210 liter dan empat drum biru berkapasitas sekitar 240 liter.
Sejumlah wadah tersebut masih berisi cairan dengan warna berbeda, di antaranya putih, merah, dan hijau. Petugas juga menemukan botol tinta dan deterjen di lokasi.
Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas pencampuran atau perubahan warna BBM. Namun, jenis dan kandungan cairan yang ditemukan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan visual.
Panglima Pucuk DPP LLMB, Datuk Ismail Amir, mengatakan penelusuran dilakukan karena kelangkaan BBM, khususnya solar, masih dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan DPRD Riau dan mendorong pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Solar. Namun, karena menilai belum ada langkah konkret, tiga organisasi tersebut memilih melakukan penelusuran langsung ke lapangan.
"Kalau pemerintah tidak bisa bergerak, ya kita rakyat yang bergerak. Kami satukan visi, kami turun ke lokasi, kami temukan gudang itu dalam keadaan terkunci, dan kami panggil RT dan RW, serta lurah," kata Ismail, Sabtu (3/10/2026).
Ismail mengatakan massa sempat menunggu kedatangan aparat kepolisian selama berjam-jam. Setelah laporan dibuat, pemeriksaan akhirnya dilakukan bersama Polsek Tenayan Raya dan Pertamina Patra Niaga.
"Ditemukan di lokasi itu 54 baby tank, ada yang berisi, ada yang kosong, itu barang bukti yang kita temukan," ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kepentingan lain selain mendorong agar dugaan penimbunan BBM tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
"Kami tidak ada kepentingan lain di sini, karena kami lihat kerugian masyarakat sangat luar biasa. Dan saat ini sudah sangat mengganggu, dan bisa saja ini mengganggu kestabilitasan negara. Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus," tegasnya.
Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, mengapresiasi keterlibatan kepolisian dan Pertamina dalam pemeriksaan tersebut.
Menurut Edy, keterlibatan instansi berwenang diperlukan agar temuan di lapangan dapat dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.
"Terima kasih karena akhirnya semua unsur bisa bersama-sama melakukan pengecekan. Artinya, fakta bahwa ada penimbunan itu harus kita lihat dan buktikan," kata Edy.
Sementara itu, Sekjen DPP LLMB Juprizal mengatakan keberadaan puluhan baby tank tersebut memperkuat dugaan adanya praktik penimbunan BBM. Ia menyebut lokasi yang diperiksa baru satu dari sejumlah titik yang mereka curigai.
"Jadi bukan masalah kuota yang kurang, tapi BBM ini sengaja ditimbun, dan ini baru satu gudang, kami masih ada beberapa gudang lagi yang kami duga melakukan praktik yang sama," ujarnya.
Juprizal mengatakan pihaknya akan mengawal proses pemeriksaan dan meminta aparat menindaklanjuti temuan tersebut sesuai ketentuan hukum.
"Kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendatangi titik-titik lainnya bersama aparat hukum yang masih berkomitmen dalam penegakan hukum," tegasnya.
Sekretaris GEMA Riau, Datuk Tarlaili, juga meminta dugaan penimbunan BBM tersebut diusut secara menyeluruh.
"Apa yang kita lakukan malam ini menunjukkan kalau dugaan kita selama ini mengapa BBM langka, ya karena ada praktik-praktik jahat seperti ini," tegasnya.
Kapolsek Tenayan Raya AKP Ronny Reduansyah mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga. Untuk memastikan jenis cairan yang ditemukan, petugas akan mengambil sampel dan memeriksanya di laboratorium.
"Kami bersama dengan Patra Niaga melakukan pengecekan. Untuk memastikan jenis BBM-nya, akan diambil sampel dan diperiksa di laboratorium," ujar Ronny.
Ia mengatakan lokasi tersebut selanjutnya akan diamankan dan disegel. Pihak yang diduga sebagai pemilik atau pengelola gudang juga akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Sales Area Pertamina Patra Niaga Riau, Heri, mengatakan pemeriksaan awal terhadap cairan di dalam wadah dilakukan secara visual. Selanjutnya, sampel dibawa ke Depot Siak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Ini masih dugaan penimbunan BBM. Kami akan mengambil sampel untuk mengetahui jenis BBM-nya dan selanjutnya akan diinformasikan secara resmi," ujarnya.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan jenis BBM yang ditemukan, termasuk apakah merupakan BBM bersubsidi atau jenis lainnya.