PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Jumlah warga Kota Pekanbaru yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dampak kebakaran lahan terus bertambah. Gangguan pernapasan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), menjadi kasus yang paling banyak ditemukan.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, pada Senin (5/10/2026), terdapat 281 warga yang mengalami gangguan kesehatan terkait dampak kabut asap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 260 orang menderita ISPA.
Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan selain ISPA, sejumlah gangguan kesehatan lainnya juga ditemukan pada warga yang terdampak kabut asap.
"Selain ISPA ada juga pneumonia, mata merah, iritasi kulit hingga asma," terang Dedy, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan data Diskes Kota Pekanbaru, jumlah kumulatif warga yang terdampak gangguan kesehatan akibat kabut asap mencapai 9.932 orang. Data tersebut dihimpun sejak 25 Agustus hingga 5 Oktober 2026.
Dedy menyebutkan, warga yang terdampak didominasi kelompok rentan, mulai dari balita, anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
"Mereka yang terdampak kebanyakan kelompok berisiko yakni balita, anak-anak hingga lansia," ujarnya.
Untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat, Tim Penanggung Jawab Program ISPA Diskes Kota Pekanbaru bersama petugas di puskesmas dan rumah sakit terus melakukan pemantauan. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi terkini sekaligus perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan dampak kebakaran lahan.
Dedy mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama karena kualitas udara di Kota Pekanbaru masih belum membaik dalam dua hari terakhir.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan kabut asap.
"Upaya ini harus dilakukan, karena dalam sehari saja kasus ISPA bisa mencapai 260 kasus lebih. Maka harus ada upaya mencegah gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap," pungkasnya.