Kabut Asap Belum Mereda, Tiga RTH Kembali Ditutup hingga 15 Oktober

Kabut Asap Belum Mereda, Tiga RTH Kembali Ditutup hingga 15 Oktober

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menutup sementara tiga ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota pada 14-15 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil untuk melindungi kesehatan masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.

Tiga ruang publik yang ditutup sementara tersebut yakni RTH Putri Kacamayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, serta Taman Kota di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan penutupan kembali dilakukan karena kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

"Kita tutup kembali sementara, karena kualitas udara belum membaik," kata Reza, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di ruang terbuka.

Penutupan RTH dan taman kota ini juga sejalan dengan kebijakan Pemko Pekanbaru yang kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) pada 14–15 Oktober 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari dampak buruk pencemaran udara akibat kabut asap.

Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan polutan.

"Kami mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan karena asap masih cukup pekat. Kalau memang harus keluar ruangan, gunakanlah masker," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau particulate matter (PM2.5) di Pekanbaru berada pada kategori sangat tidak sehat.

Partikulat halus PM2.5 menjadi perhatian karena dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, membatasi kegiatan di luar ruangan, dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.

Berita Lainnya

Index