PEKANBARU (Cakrabangsa.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kabut asap pekat menyelimuti ruas Jalan Lintas Riau –Sumatera Utara di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Sabtu.
Kepulan asap dari kebakaran lahan tersebut mengganggu arus lalu lintas di jalur utama penghubung Provinsi Riau dengan Sumatera Utara karena jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas.
Seorang pemudik asal Kota Pekanbaru yang hendak menuju Medan, Sumatera Utara, Ari Nadem (38), mengatakan kabut asap sangat tebal sehingga pengendara harus berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
“Jarak pandang hanya sekitar 10 meter. Saya sampai menyalakan lampu hazard agar kendaraan lain bisa melihat mobil saya,” kata Ari melalui sambungan telepon.
Ia mengatakan kabut asap menyelimuti ruas jalan sepanjang sekitar satu kilometer. Selain itu, ia juga melihat titik api tidak jauh dari badan jalan dengan kepulan asap yang terus mengarah ke jalur lalu lintas.
Ari berharap kebakaran lahan tersebut segera ditangani karena jalur tersebut merupakan salah satu lintasan utama bagi pemudik menuju Sumatera Utara.
Sementara itu, Kapolsek Tanah Putih Kompol Yudi Indranaldi membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan kondisi kabut asap di jalan lintas itu kini mulai berangsur normal.
“Kemarin yang parah asapnya di jalan, kalau pagi ini sudah mulai normal lagi,” kata Yudi.
Ia mengatakan personel kepolisian bersama TNI saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan pada lahan yang terbakar.
Menurut dia, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare yang terdiri dari perkebunan kelapa sawit milik warga dan lahan gambut kosong.
Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran hutan dan lahan juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Riau, antara lain di Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan, Siak, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Kampar.