PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih terus dilakukan oleh Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kamis (4/6/2026).
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan beberapa titik kebakaran masih menjadi fokus penanganan petugas, terutama di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, dan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
"Untuk wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan, hingga hari keenam masih dilakukan pemadaman oleh dua tim Manggala Agni Daops Rengat. Sementara di Rantau Bais, Rokan Hilir, dua tim dari Daops Dumai terus melakukan penyekatan guna mencegah api merembet ke tanaman akasia dan kebun masyarakat," kata Ferdian.
Ia menjelaskan, proses pemadaman di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, telah berhasil dituntaskan pada Rabu (3/6/2026) sore.
Sementara itu, kebakaran di wilayah Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, memasuki hari kedua penanganan. Lokasi tersebut saat ini ditangani oleh tim Manggala Agni Daops Siak dan akan diperkuat dengan tambahan satu tim pada siang hari.
"Untuk mempercepat penanganan di Rupat, hari ini juga dilakukan mobilisasi dua regu Manggala Agni dari Provinsi Jambi, yakni Daops Muara Tebo dan Kota Jambi, yang akan ditempatkan di Tanjung Kapal," ujarnya.
Selain itu, satu tim Manggala Agni Daops Dumai juga diterjunkan ke wilayah Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir. Lokasi tersebut sebelumnya terdeteksi melalui patroli udara dan setelah dilakukan pengecekan di lapangan dipastikan berada di wilayah Kecamatan Pekaitan.
Ferdian menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan tim dari Pekanbaru dan Rengat untuk bergerak menuju Rokan Hilir. Bahkan, tim Manggala Agni Daops Labuhan Batu Selatan juga dalam kondisi siaga dan siap diberangkatkan apabila diperlukan berdasarkan hasil evaluasi perkembangan situasi di lapangan.
"Tim dari Pekanbaru dan Rengat sudah kami siapkan untuk memperkuat penanganan di Rokan Hilir. Sementara tim dari Labuhan Batu Selatan saat ini standby dan siap bergerak apabila dibutuhkan," jelasnya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memberikan dukungan berupa operasi water bombing di wilayah Rupat. Penanganan karhutla juga melibatkan berbagai unsur lainnya, termasuk BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
"Di Rantau Bais dan Rupat, penanganan di lapangan juga diperkuat oleh BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat. Kolaborasi seluruh pihak sangat penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan," pungkas Ferdian.