PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Pihak keluarga mengikhlaskan Willy yang ditemukan meninggal di salah satu kamar hotel di Pekanbaru, peristiwa diketahui terjadi pada Rabu (22/7) di hotel yang berada di Jalan Ahmad Yani.
Kuasa hukum keluarga korban, Rian Wahyudi SH mengungkapkan bahwa pihak keluarga menerima hasil penyelidikan dari pihak kepolisian yang menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Untuk saat ini, keluarga korban sudah ikhlas,” jelas Dian Wahyudi, Jumat (31/7).
Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan. Untuk itu, sebut Dian, keluarga korban meminta pihak kepolisian untuk menghentikan penyelidikan dan menutup kasus kematian.
“Dari sinkoranisasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian itu menyimpulkan tidak ada ditemukan unsur tindak pidana. Jadi, pihak korban sudah sepekat, ikhlas, dan memohon untuk penyelidikan ditutup,” tegasnya.
Diungkapkan Dian, korban memang mengidap penyakit yang sudah lama. Bahkan, harus mengonsumsi obat-obatan tertentu. Penyakit ini yang diduga menjadi sebab meninggalnya korban.
“Terkait riwayat penyakit, korban sudah mengidap penyakit gula sejak sebelum menikah. Korban beberapa kali sudah suntik insulin, selain itu juga mempunyai riwayat gerd. Dugaan sementara, penyakit yang dialami lah yang menjadi sebab kematiannya,” tukas Dian.
Sementara itu, Kanit Resum Polres Pekanbaru Iptu Rahmat Saufani menegaskan bahwa hasil olah TKP menemukan sejumlah obat-obatan di samping korban.
“Dari hasil olah TKP ditemukan ada obat yang dari keterangan keluarga itu adalah obat korban,” papar Iptu Rahmat.
Terhadap jasad korban, pihak penyidik menerima hasil visum yang menyatakan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan. “Jasad dilakukan visum yang hasilnya tidak ditemukan tanda kekerasan,” imbuhnya.
Dalam proses penyelidikan, sebut Iptu Rahmat, pihak keluarga tidak bersedia untuk melakukan kesepakatan untuk dilanjutkan autopsi. Sebab itu, keluarga korban menerima kepergian korban.
“Pihak keluarga tidak bersedia untuk autopsi, dan pengakuannya bahwa korban ini menderita penyakit, karena tidak mau maka itu kami kembalikan ke keluarga,” tukasnya.