Karhutla Riau Capai 15.477 Hektare, Terbesar Kedua di Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 02:10:20 WIB
Foto : Manggala Agni

PEKANBARU, Cakrabangsa.com - Provinsi Riau masuk dalam daftar 10 provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nasional. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, luas lahan terdampak Karhutla di Riau mencapai 15.477,95 hektare.

Data tersebut disampaikan Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (10/8/2026).

Dalam pemaparan tersebut, terdapat 10 provinsi yang menjadi prioritas penanganan Karhutla nasional, yakni Kalimantan Barat, Riau, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepulauan Riau, Lampung, Aceh, dan Kalimantan Tengah.

"Disusul dengan Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Lampung dan Aceh. Terakhir di Kalimantan Tengah," kata Suharyanto.

Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Barat menempati posisi pertama dengan luas wilayah terdampak Karhutla mencapai 28.680,47 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 649,43 hektare berada di kawasan hutan dan 28.031,04 hektare berada di kawasan nonhutan.

Riau berada di posisi kedua dengan total luas terdampak mencapai 15.477,95 hektare. Rinciannya, sebanyak 1.100,71 hektare berada di kawasan hutan dan 14.377,24 hektare berada di kawasan nonhutan.

"Di Nusa Tenggara Timur, Karhutla terjadi dengan luasan mencapai 10.538,30 hektare, dengan pembagian 36,40 hektare pada kawasan hutan dan 10.501,89 hektare nonhutan. Sementara di Maluku, Karhutla terjadi 7.091,07 hektare, dengan pembagian 20,71 hektare dalam kawasan hutan dan 7.070,36 hektare pada nonhutan," jelas Suharyanto.

Selanjutnya, Papua Selatan menempati posisi kelima dengan luas wilayah terdampak Karhutla mencapai 6.281,81 hektare. Terdiri atas 122,27 hektare kawasan hutan dan 6.159,54 hektare kawasan nonhutan.

Kemudian, NTB tercatat memiliki luas terdampak Karhutla sebesar 5.759,19 hektare, dengan 209,43 hektare berada di kawasan hutan dan 5.549,76 hektare di kawasan nonhutan.

Kepulauan Riau berada di urutan berikutnya dengan luas terdampak mencapai 5.709,27 hektare, terdiri dari 63,27 hektare kawasan hutan dan 5.646 hektare kawasan nonhutan.

Sementara itu, Lampung tercatat memiliki luas terdampak Karhutla 3.489,42 hektare, dengan rincian 19,82 hektare berada di kawasan hutan dan 3.469,61 hektare di kawasan nonhutan.

"Aceh, kawasan yang terdampak Karhutla mencapai 3.099,05 hektare, dengan pembagian 508,18 hektare pada kawasan hutan dan 2.590,83 hektare pada kawasan nonhutan," ungkapnya.

Adapun Kalimantan Tengah menjadi provinsi ke-10 dalam daftar prioritas tersebut. Luas wilayah terdampak Karhutla di provinsi itu mencapai 3.069,52 hektare, terdiri dari 147,16 hektare kawasan hutan dan 2.922,36 hektare kawasan nonhutan.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar luasan Karhutla di 10 provinsi prioritas berada di kawasan nonhutan. Riau menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian serius karena menempati posisi kedua dengan luas terdampak lebih dari 15 ribu hektare hingga akhir Juni 2026.

Terkini