98 Kasus Kekerasan Anak Tercatat di Pekanbaru, Wawako: Jangan Takut Melapor

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:22:20 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pekanbaru menunjukkan peningkatan intensitas pada 2026. Hingga enam bulan pertama tahun ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Pekanbaru mencatat 98 kasus kekerasan terhadap anak yang telah dilaporkan.

Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 154 kasus. Namun, jika dilihat dari intensitas kasus dalam periode berjalan, terdapat kecenderungan peningkatan sehingga menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan sebagian besar kasus yang ditangani berkaitan dengan anak yang berhadapan dengan hukum. Seluruh kasus yang dilaporkan ke UPT PPA telah mendapatkan penanganan dari tim terkait.

Markarius mengingatkan anak-anak yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan agar tidak takut untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Laporan dinilai penting agar korban segera mendapatkan perlindungan dan penanganan.

“Apabila ada yang melakukan kekerasan atau pelecehan, segera laporkan ke orangtua,” tegas Markarius, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, anak yang mengalami kekerasan di lingkungan sekolah juga dapat melaporkan kejadian tersebut kepada guru. Dengan adanya laporan, pihak sekolah diharapkan dapat segera mengambil langkah dan memastikan keselamatan anak.

“Kalau di rumah laporkan ke orangtua, kalau di sekolah laporkan ke guru, supaya bisa diambil tindakan,” terangnya.

Markarius juga mengingatkan masyarakat agar tidak diam ketika mengetahui adanya kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar. Guru maupun pihak sekolah diminta menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dan tidak membiarkan kasus tersebut berlarut-larut.

Ia turut mengajak para orangtua meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap anak agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, baik di lingkungan rumah, sekolah maupun lingkungan sosial.

“Segera tangani, jangan didiamkan. Jaga anak-anak kita dari ancaman kekerasan,” ujarnya.

Terkini