Cuaca Riau Cerah Berawan, Hujan Lokal Masih Berpeluang Turun

Cuaca Riau Cerah Berawan, Hujan Lokal Masih Berpeluang Turun
Dok.

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Cuaca di Provinsi Riau pada Kamis (20/8/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Meski demikian, hujan ringan bersifat lokal masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pada waktu tertentu.

Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S, mengatakan pada pagi hari kondisi udara di Riau diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Berdasarkan pemantauan citra radar cuaca, hujan ringan yang bersifat lokal terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

"Untuk pagi hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal terpantau terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hilir," kata Putri Santy S.

Memasuki siang hingga malam hari, kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar.

"Pada siang hingga malam hari secara umum cerah berawan hingga berawan. Kemudian pada dini hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar," ujarnya.

BMKG juga menyebutkan tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada periode tersebut. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 50-99 persen.

Angin diprakirakan bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Sementara itu, kondisi perairan Riau relatif aman, dengan tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.

"Kondisi perairan Riau juga relatif aman dengan tinggi gelombang diprakirakan 0,5-1,25 meter atau kategori rendah," jelasnya.

Di tengah kondisi cuaca tersebut, pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB mencatat sebanyak 863 titik panas di wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 271 titik. Selanjutnya, Bangka Belitung 183 titik, Jambi 118 titik, Aceh 107 titik, Lampung 84 titik, dan Riau 67 titik.

Hotspot lainnya terpantau di Bengkulu sebanyak 13 titik, Sumatera Utara 7 titik, Kepulauan Riau 8 titik, serta Sumatera Barat 5 titik.

Untuk wilayah Riau, hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Pelalawan dengan 50 titik. Kemudian Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, serta Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.

"Untuk Riau, hotspot terpantau di Kabupaten Pelalawan sebanyak 50 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Indragiri Hilir 6 titik, serta Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing satu titik," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index