Latma Manyar Indopura 2026 di Pekanbaru Fokus Tingkatkan Kemampuan SAR TNI AU-RSAF

Selasa, 08 September 2026 | 16:20:43 WIB

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Latihan Bersama (Latma) Manyar Indopura 2026 kembali digelar di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn), Pekanbaru. Latihan yang melibatkan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) tersebut salah satunya difokuskan pada peningkatan kemampuan operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Rsn, Kolonel Pnb Andri Setyawan, mengatakan Latma Manyar Indopura 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan interoperabilitas antara TNI AU dan angkatan udara Singapura.

Hal tersebut disampaikannya pada Selasa (8/9/2026), sehari setelah seremoni pembukaan latihan yang digelar di Lanud Rsn, Senin (7/9/2026).

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi Lanud Roesmin Nurjadin dapat menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan latihan bersama ini,” kata Andri.

Ia berharap pelaksanaan Latma Manyar Indopura 2026 memberikan manfaat bagi kedua angkatan udara, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Singapura.

Menurutnya, kerja sama antara TNI AU dan RSAF telah terjalin selama bertahun-tahun dengan berlandaskan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati.

“Melalui latihan ini, kita akan berlatih sekaligus membahas bentuk-bentuk kerja sama di masa depan, khususnya dalam operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR), termasuk evakuasi medis dan penerjunan personel,” ujarnya.

Latma Manyar Indopura 2026 turut dihadiri Commander Helicopter Group RSAF, Colonel Oh Chun Keong, dari Singapura.

Dalam latihan tersebut, kedua negara mengerahkan masing-masing satu jenis alutsista helikopter. RSAF mengoperasikan CH-47 Chinook, sedangkan TNI AU mengerahkan H225M Caracal.

Keterlibatan kedua helikopter tersebut menjadi bagian penting dalam latihan untuk meningkatkan kemampuan dan koordinasi bersama dalam menghadapi berbagai skenario operasi SAR maupun misi kemanusiaan.

Selain meningkatkan keterampilan operasional, latihan ini juga menjadi sarana bagi personel kedua angkatan udara untuk memperkuat koordinasi dan interoperabilitas dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan lintas negara.

Terkini