AQI Pekanbaru Capai 166, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat dan Suhu 38 Derajat

AQI Pekanbaru Capai 166, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat dan Suhu 38 Derajat
Dok.

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, masih berada pada kategori tidak sehat pada Selasa (8/9/2026) siang. Berdasarkan data pemantauan IQAir yang ditampilkan pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) tercatat mencapai 166.

Polutan utama yang mendominasi kualitas udara Pekanbaru adalah partikulat halus PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 76,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Pekanbaru masuk kategori tidak sehat. Paparan udara dengan konsentrasi partikulat tinggi berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Selain kualitas udara yang buruk, kondisi cuaca di Pekanbaru juga cukup panas. Data pemantauan yang sama mencatat suhu udara mencapai 38 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam dan kelembapan udara sebesar 35 persen.

Buruknya kualitas udara tersebut terjadi di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir. Asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah sekitar Riau, termasuk asap kiriman dari luar daerah.

Kondisi tersebut sebelumnya turut mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa jenjang PAUD hingga SMP pada 7–8 September 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara.

Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan polutan.

Dengan AQI mencapai 166 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 76,4 µg/m³, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kondisi udara, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Masyarakat juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan segera mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.

Berita Lainnya

Index