PEKANBARU (Cakrabangsa.com) – Polresta Pekanbaru menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang dirangkaikan dengan Deklarasi Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kegiatan berlangsung di Aula Zapin Polresta Pekanbaru, Rabu (8/4/2026), dan dihadiri sejumlah unsur pemerintahan serta lembaga pengawas pelayanan publik.
Acara itu dihadiri Kapolresta Pekanbaru KBP Muharman Arta, Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar, perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Riau, unsur TNI, OPD Pemko Pekanbaru, tokoh masyarakat, dan jajaran Polresta Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Muharman Arta menyebut Forum Konsultasi Publik menjadi bagian dari komitmen Polresta Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi tahapan menuju penilaian WBBM.
“Kami memohon maaf jika undangan ini terkesan mendadak. Namun kegiatan ini penting karena Polresta Pekanbaru saat ini telah masuk tahap penilaian WBBM. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat,” ujar Muharman.
Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar terkait pelayanan kepolisian. Menurutnya, objektivitas publik sangat dibutuhkan agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar dalam kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Polresta Pekanbaru dalam mendorong pelayanan publik yang lebih transparan dan bebas praktik pungutan liar.
“Pelayanan kepolisian saat ini menunjukkan peningkatan. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar layanan publik terus berjalan maksimal dan bersih dari pungli,” kata Markarius.
Pada kesempatan itu, Polresta Pekanbaru juga memaparkan sejumlah layanan publik seperti pelayanan SKCK, pembuatan SIM, serta inovasi layanan digital yang dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara dan deklarasi Zona Integritas, disusul sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.