21 Hari Operasi Modifikasi Cuaca di Riau, 26 Ton Garam Disemai untuk Redam Karhutla

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:23:38 WIB
Dok.BPBD Riau

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah memasuki hari ke-21. Hingga Kamis (20/8/2026), sebanyak 26.000 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam telah disemai ke awan untuk memicu pertumbuhan awan hujan.

Penyemaian garam tersebut dilakukan menggunakan pesawat Cessna dengan menyasar awan yang memenuhi kondisi untuk pelaksanaan OMC. Upaya ini telah menghasilkan hujan di sejumlah daerah yang sebelumnya mengalami kekeringan akibat fenomena El Niño.

Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur, mengatakan OMC terus dilakukan sebagai salah satu upaya menekan dampak kekeringan sekaligus membantu penanganan karhutla.

“OMC di Riau sudah memasuki hari ke-21. Sejumlah daerah yang dilanda kekeringan sudah diguyur hujan,” kata Jim, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Riau, pada Rabu (19/8/2026) telah dilaksanakan 26 sorti penyemaian garam. Hujan hasil operasi tersebut mengguyur sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai.

Menurut Jim, pelaksanaan OMC tidak dapat dilakukan setiap saat karena sangat bergantung pada kondisi dan keberadaan awan yang memenuhi persyaratan untuk disemai.

“OMC ini tidak dapat dilakukan serta-merta, tergantung kondisi awannya. Namun, hujan buatan terus diupayakan, tidak hanya bertujuan membantu memadamkan karhutla, tetapi juga membasahi lahan sehingga kawasan yang mudah terbakar dapat diminimalisir,” jelasnya.

Selain OMC, penanganan karhutla di Riau juga diperkuat melalui operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter. Dari enam helikopter yang disiagakan di Riau, satu unit digunakan untuk patroli udara, sedangkan lima lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing.

Pemadaman dari udara tersebut dilakukan untuk mendukung tim gabungan di darat yang terus berupaya memadamkan titik-titik karhutla di sejumlah wilayah.

Tim darat terdiri dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni. Kolaborasi antara penanganan dari udara dan darat diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan rentan terbakar.

Terkini