Kodam Tuanku Tambusai Tegaskan Zero Tolerance Narkoba, Prajurit Terlibat Terancam Dipecat

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:07:02 WIB
Danpomdam Tuanku Tambusai, Kolonel Didi Wahyudi

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Kodam Tuanku Tambusai menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang terbukti terlibat penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Prajurit yang melanggar akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan dijatuhi sanksi pemecatan.

Danpomdam Tuanku Tambusai, Kolonel Didi Wahyudi, mengatakan komitmen tersebut merupakan bentuk keseriusan TNI AD dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tanpa memandang status maupun jabatan pelakunya.

"Kami berkomitmen tidak ada toleransi atau zero tolerance terhadap anggota atau prajurit yang melakukan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika," kata Didi, Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, setiap prajurit yang terlibat akan diproses secara tegas, profesional, dan objektif sesuai ketentuan hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi berat, termasuk pemecatan dari dinas militer. Namun, penjatuhan sanksi tetap harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berjalan.

"Ini pasti akan ditindak tegas. Terkait kemungkinan pemecatan, kita lihat sesuai ketentuannya. Mohon kepada rekan-rekan media, kita hormati proses peradilannya. Nanti kita kawal bersama-sama," ujarnya.

Dalam keterangannya, Didi juga membenarkan bahwa prajurit yang dimaksud telah diamankan dan ditahan di sel tahanan internal.

Prajurit tersebut diketahui merupakan anggota TNI AD yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada salah satu satuan kewilayahan di jajaran Kodim Langkat.

Meski demikian, Didi menegaskan bahwa penanganan perkara tetap dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Pihaknya juga meminta semua pihak menghormati proses peradilan agar penanganan kasus tersebut berjalan secara profesional dan objektif.

Terkini