PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Satuan Brimob Polda Riau mengerahkan 46 personel untuk memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Kampar. Puluhan personel tersebut diberangkatkan pada Senin (24/8/2026).
Pemberangkatan diawali dengan apel kesiapan yang digelar di Lapangan Hitam Yon A Pelopor Satuan Brimob Polda Riau. Apel dipimpin Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau AKBP Rivana Wahdi, S.H.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., turut memantau langsung kesiapan personel dan proses pemberangkatan.
Menurutnya, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan pendukung dalam kondisi siap sebelum diterjunkan ke lokasi penugasan.
“Pengecekan dilakukan untuk memastikan personel maupun peralatan pendukung siap digunakan di lokasi penugasan,” katanya.
Dalam penugasan tersebut, personel Brimob membawa sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman karhutla. Peralatan yang dibawa terdiri dari empat unit mesin ministriker, 22 unit selang buang, empat unit selang hisap, dan empat unit nozzle.
Selain itu, personel juga didukung satu unit kendaraan roda empat (R4) dan dua unit bus untuk menunjang mobilisasi selama pelaksanaan operasi.
Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, disiplin, serta mengutamakan keselamatan selama berada di lokasi karhutla.
“Saya minta seluruh personel melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, tetap disiplin dan mengutamakan keselamatan. Laksanakan penanganan secara cepat, tepat dan terukur, serta terus bersinergi dengan seluruh pihak di lapangan. Kehadiran kita harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung pimpinan dalam pengecekan kesiapan merupakan bagian dari upaya memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab selama menjalankan operasi di lapangan.
Setibanya di Kabupaten Kampar, 46 personel Brimob akan memperkuat jajaran terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Penguatan personel tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan titik api sehingga kebakaran tidak meluas dan berdampak lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.