Karhutla Kerumutan Capai 702 Hektare, Kepala Api Jadi Fokus Pemadaman

Karhutla Kerumutan Capai 702 Hektare, Kepala Api Jadi Fokus Pemadaman
Foto : Manggala Agni

PELALAWAN (Cakrabangsa.com) - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, terus dilakukan. Hingga Senin (24/8/2026), luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 702 hektare.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran terjadi di lahan berjenis gambut dengan status kawasan hutan produksi (HP). Tim gabungan masih melakukan operasi pemadaman untuk mencegah api meluas dan memastikan titik api dapat dikendalikan.

“Penanganan di Kerumutan masih terus kami lakukan. Fokus utama saat ini adalah melakukan penyekatan terhadap kepala api di sisi selatan lokasi kebakaran,” kata Ferdian, Selasa (25/8/2026).

Dalam operasi tersebut, Manggala Agni Daops Rengat bersama personel BKO dari Daops Siak dikerahkan bersama TNI, Polri, BPBD, RPK perusahaan, Dinas Kehutanan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain melakukan penyekatan kepala api, tim juga membuka akses menuju sisi selatan lokasi kebakaran dengan menggunakan alat berat excavator. Pencucian kanal di sisi selatan juga dilakukan untuk mendukung ketersediaan sumber air bagi proses pemadaman.

“Pembukaan akses dan pencucian kanal menggunakan alat berat dilakukan untuk mendukung mobilitas tim sekaligus menyediakan sumber air yang dibutuhkan dalam proses pemadaman,” ujarnya.

Ferdian menjelaskan, proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju kepala api di sisi selatan yang belum sepenuhnya terbuka, kecepatan angin, cuaca panas ekstrem, tingginya volume bahan bakar potensial, serta kondisi gambut yang cukup dalam.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian, berdasarkan hasil penanganan terakhir, kondisi di lokasi dinilai lebih kondusif dibandingkan sebelumnya.

“Penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar lokasi sudah mulai berkurang. Kami juga terus melakukan pembatasan terhadap kepala api dan pembasahan pada bahan bakar potensial,” jelas Ferdian.

Ia menegaskan, meski kondisi kebakaran mulai lebih terkendali, pemadaman di Kerumutan belum sepenuhnya tuntas. Tim akan kembali melanjutkan operasi pada hari berikutnya.

“Pemadaman belum tuntas dan akan kami lanjutkan. Strategi yang diterapkan berjalan sesuai rencana, dengan sinergi seluruh stakeholder di lapangan,” tegasnya.

Selain dukungan personel dan alat berat, operasi penanganan karhutla di Kerumutan juga mendapat dukungan water bombing (WB) serta pemeriksaan kesehatan bagi personel yang terlibat dalam operasi.

Sementara itu, Manggala Agni Daops Rengat juga melaksanakan operasi pemadaman di sejumlah lokasi lain.

Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, tim berada pada tahap mopping up atau pendinginan. Tahapan ini dilakukan untuk menekan potensi munculnya kembali api sekaligus memastikan lokasi benar-benar padam.

Sedangkan di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, operasi masih berada pada tahap awal pemadaman. Luas lahan yang terbakar masih dalam proses penghitungan.

Di lokasi tersebut, lahan yang terbakar merupakan gambut dengan sumber air yang terbatas. Vegetasi yang terdampak meliputi semak belukar, akasia liar, serta perkebunan sawit milik masyarakat.

Kondisi angin kencang menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Selain itu, posisi kepala api berada sekitar 500 hingga 700 meter dari sumber air sehingga menyulitkan upaya pemadaman.

“Di Kertajaya, kondisi angin dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri. Pemadaman di lokasi tersebut juga masih belum tuntas,” pungkas Ferdian.

Berita Lainnya

Index