Askar Bertuah Kehilangan Tuah di Rumah Sendiri, Rekor Kandang Dipatahkan Bhayangkara FC

Askar Bertuah Kehilangan Tuah di Rumah Sendiri, Rekor Kandang Dipatahkan Bhayangkara FC
Foto : PSPS Pekanbaru

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Rekor tak terkalahkan PSPS Pekanbaru di kandang sendiri musim ini akhirnya terhenti. Bermain di hadapan 5.070 pendukungnya di Stadion Kaharuddin Nasution, Rabu (4/11/2026), Askar Bertuah harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-3 dalam laga perdana I.League Cup 2026/2027.

Bhayangkara FC yang memiliki pengalaman berkompetisi di kasta tertinggi langsung menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan. Tim tamu bahkan berhasil membuka keunggulan ketika laga baru berjalan enam menit.

Ryan Kurnia sukses lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan tembakan mendatar dari sisi kanan. Bola gagal diantisipasi penjaga gawang PSPS, Dicki Agung Setiawan, sehingga Bhayangkara FC unggul 1-0.

Gol cepat tersebut membuat lini pertahanan PSPS berada dalam tekanan. Lima menit berselang, Muhammad Revan melakukan pelanggaran terhadap Ryan Kurnia saat berusaha menghentikan pergerakan pemain Bhayangkara tersebut.

Wasit Mustafa Kamal kemudian meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) untuk mengevaluasi insiden tersebut. Revan akhirnya hanya diganjar kartu kuning.

Bhayangkara FC kembali menghukum kesalahan tuan rumah pada menit ke-34. Berawal dari kesalahan kontrol bola Andik Rendika Rama di sisi kiri pertahanan PSPS, Milan Ristovski berhasil memanfaatkan peluang tersebut untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

PSPS sebenarnya memiliki kesempatan memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum. Tendangan bebas Antonio Gamaroni setelah Hamzah Depa dilanggar Nehar Sadiki nyaris menghasilkan gol. Namun, bola hanya membentur tiang gawang Bhayangkara FC.

Skor 2-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pelatih PSPS, Akhyar Ilyas, melakukan perubahan dengan memasukkan Matheus Machado dan Asir Asiz untuk menambah daya gedor lini serang.

Pergantian tersebut sempat memberikan perubahan terhadap permainan PSPS. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk melalui tembakan Asir Asiz yang masih mampu ditepis penjaga gawang Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo.

Namun, saat PSPS mulai meningkatkan tekanan, pertahanan tuan rumah kembali kecolongan. Pada menit ke-59, Sani Rizki Fauzi mencetak gol ketiga Bhayangkara FC melalui tendangan voli setelah memanfaatkan umpan lambung Andhika. Skor berubah menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol tidak membuat PSPS menyerah. Askar Bertuah terus berupaya membangun serangan dengan menaikkan garis pertahanan dan menerapkan tekanan tinggi.

Memasuki sepuluh menit terakhir, PSPS semakin gencar menggempur pertahanan Bhayangkara FC. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada masa tambahan waktu.

Wasit kembali melakukan peninjauan VAR setelah terjadi pelanggaran terhadap Asir Asiz di dalam kotak penalti. PSPS pun mendapatkan hadiah tendangan penalti.

Matheus Machado yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakan kerasnya ke sisi kanan gawang berhasil menggetarkan jala Bhayangkara FC sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.

Gol tersebut menjadi satu-satunya balasan PSPS hingga pertandingan berakhir. Bhayangkara FC pun membawa pulang kemenangan 3-1 sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan PSPS di kandang sendiri musim ini.

Berita Lainnya

Index