Uji X Fire di Gambut Pelalawan, Polri Klaim Hasil Awal Efektif Padamkan Bara

Jumat, 11 September 2026 | 15:53:12 WIB

PELALAWAN (Cakrabangsa.com) - Penggunaan cairan pemadam X Fire untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut Kabupaten Pelalawan, Riau, menunjukkan hasil awal yang cukup efektif.

Cairan pemadam yang disalurkan Staf Logistik (Slog) Polri itu diuji langsung saat proses pendinginan lahan bekas terbakar seluas sekitar 3,4 hektare di Desa Sering, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/9/2026).

Karo SDM Polda Riau Kombes Boy Jeckson Situmorang mengatakan, uji coba X Fire merupakan bagian dari upaya Polri mencari metode yang lebih efektif dalam menangani kebakaran di lahan gambut, khususnya bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

“Hari ini kita mencoba langsung penggunaan cairan X Fire dan hasil awalnya cukup efektif. Namun, kita tetap melakukan asesmen satu sampai dua hari ke depan untuk memastikan apakah bara api di bawah permukaan gambut benar-benar padam,” kata Boy.

Menurut Boy, karakteristik kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus. Api yang telah padam di permukaan belum tentu menandakan kebakaran benar-benar berakhir, karena bara dapat bertahan di lapisan gambut dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran.

Karena itu, uji coba X Fire di Pelalawan tidak hanya untuk melihat kemampuannya dalam mempercepat proses pemadaman dan pendinginan, tetapi juga menguji efektivitas cairan tersebut dalam memadamkan bara yang berada di bawah permukaan gambut.

Dalam uji coba tersebut, digunakan dua jenis cairan, yakni X Fire 01 yang diaplikasikan dengan campuran air dan X Fire 02 yang dapat digunakan tanpa campuran air.

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mengurangi kebutuhan air dalam penanganan Karhutla di lapangan.

Boy mengatakan, X Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan kebakaran lahan gambut di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan karena karakteristik gambut dan pola penanganan kebakaran di setiap wilayah dapat berbeda.

“Di Pelalawan kita sudah membuktikan hasil awalnya cukup efektif. Selanjutnya kita ingin memastikan metode dan pola penggunaannya yang paling tepat untuk karakteristik gambut di Riau,” ujarnya.

Jika hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang konsisten dan mampu memastikan bara di bawah permukaan gambut benar-benar padam, metode tersebut berpotensi dikembangkan sebagai salah satu alternatif dalam penanganan Karhutla di Riau.

“Mudah-mudahan metode ini bisa kita terapkan di Provinsi Riau sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk tahun-tahun berikutnya. Ini adalah bakti Polri untuk negeri, memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Boy.

Uji coba tersebut dilakukan bersamaan dengan peninjauan penanganan Karhutla di Pelalawan. Kegiatan itu turut dihadiri Aslog Kapolri, Kapolda Riau, jajaran Slog Polri, pejabat utama Polda Riau, Bupati Pelalawan, Kapolres Pelalawan, serta peserta didik Sespimti.

Sebelumnya, proses pemadaman di lokasi telah dilakukan. Personel gabungan kemudian melanjutkan tahapan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Evaluasi terhadap titik uji X Fire akan dilakukan selama satu hingga dua hari ke depan untuk mengetahui efektivitas cairan tersebut dalam memadamkan bara pada lapisan gambut.

Terkini