Geger! Ular Piton 7 Meter Ditemukan Jaga Puluhan Telur di Kebun Warga Kampar

Geger! Ular Piton 7 Meter Ditemukan Jaga Puluhan Telur di Kebun Warga Kampar
Amar PD dan warga mengangkat ular piton 7 meter

Geger! Ular Piton 7 Meter Ditemukan Jaga Puluhan Telur di Kebun Warga Kampar

KAMPAR (Cakrabangsa.com) - Seekor ular piton berukuran sekitar tujuh meter ditemukan warga saat membersihkan tumpukan kayu di sebuah kebun karet di kawasan Sungai Pinang KM 2, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (6/9/2026).

Ular berukuran besar tersebut ditemukan dalam kondisi melingkar di bawah pohon karet yang telah tumbang. Warga yang melihat keberadaan ular kemudian menghubungi pencinta reptil, Amar PD, untuk membantu proses evakuasi.

Amar mengatakan, proses penangkapan sempat mengalami kesulitan karena ular tersebut ternyata sedang menjaga puluhan telur yang berada di dalam lubang di bawah tumpukan kayu.

"Awalnya warga sedang membersihkan tumpukan kayu di kebun karet. Tiba-tiba mereka melihat ada ular besar sedang melingkar di bawah pohon yang sudah tumbang," ujar Amar PD, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, ular tersebut baru dapat dievakuasi setelah keluar dari lubang tempatnya berada. Ukurannya yang mencapai sekitar tujuh meter membuat proses penangkapan membutuhkan tenaga dan kehati-hatian.

"Waktu mau ditangkap memang agak sulit karena ular ini ternyata sedang menjaga puluhan telur. Setelah ularnya keluar dari lubang, warga membantu memegang bagian ekornya agar tidak kabur," jelasnya.

Dalam proses evakuasi, Amar berusaha menangkap bagian leher ular tersebut. Dengan bantuan sejumlah warga, ular akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

"Saya berusaha menangkap bagian lehernya, sementara warga memegang bagian ekor. Alhamdulillah, akhirnya ular sepanjang sekitar tujuh meter itu berhasil kami amankan," katanya.

Selain mengevakuasi ular, warga bersama Amar juga mengeluarkan puluhan telur yang ditemukan di dalam lubang. Telur-telur tersebut rencananya akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Amar mengatakan, keberadaan ular dan telur tersebut cukup dekat dengan permukiman warga sehingga perlu segera dievakuasi untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa.

"Lokasinya tidak jauh dari rumah warga, jadi ularnya memang harus segera dipindahkan ke tempat yang aman," tuturnya.

Sementara itu, puluhan telur ular tersebut untuk sementara akan dibawa ke rumah Amar untuk diupayakan menetas. Setelah menetas dan dinilai siap, anak-anak ular tersebut rencananya akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

"Kami akan coba tetaskan telur-telur ini di rumah. Kalau nanti sudah menetas dan kondisinya memungkinkan, anak ular akan kami lepaskan kembali ke alam," pungkas Amar.

Berita Lainnya

Index