CAKRABANGSA - PEKANBARU – Semangat kolaborasi yang diwujudkan melalui berbagai program nyata menjadi warna utama peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru pada 23 Juni 2026. Mengusung tema "Berkolaborasi Menjadi Aksi" dan tagline "Pekanbaru KolaborAksi", pemerintah kota menjadikan momentum hari jadi sebagai ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.
Selama lebih dari dua abad, Pekanbaru terus berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian Provinsi Riau. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius, berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil meski masa pemerintahan baru berjalan sekitar satu tahun empat bulan. Kemajuan tersebut terlihat pada sektor ekonomi, pendidikan, infrastruktur, pelayanan publik hingga pemberdayaan masyarakat.
Kinerja ekonomi Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 7,91 persen atau melampaui rata-rata nasional. Capaian itu ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, investasi, serta aktivitas usaha. Pemerintah Kota Pekanbaru juga mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri atas keberhasilan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi pelayanan, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Di bidang pelayanan publik, salah satu janji kampanye yang telah direalisasikan adalah penurunan tarif parkir melalui Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025. Tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan menjadi Rp1.000 dan roda empat Rp2.000 untuk sekali parkir. Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar terus diprioritaskan melalui perbaikan jalan rusak, pembangunan jalan mantap, penataan drainase, serta penanganan banjir. Pemeliharaan jalan lingkungan telah terlaksana sepanjang 7.000 meter, disertai pembersihan lingkungan dan saluran drainase di 15 kecamatan guna meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus meminimalisir risiko banjir.
Penanganan sampah juga menjadi perhatian utama pemerintah kota melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan. Lembaga ini bertugas mengangkut sampah rumah tangga setiap hari untuk mencegah penumpukan di lingkungan masyarakat. Di saat yang sama, gerakan memilah sampah dari sumber terus digencarkan sebagai bagian dari program Green City dengan melibatkan ASN dan tenaga non-ASN sebagai teladan dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan turut diwujudkan melalui peluncuran uji coba bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Kehadiran transportasi ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, serta mendukung sistem transportasi perkotaan yang modern. Pada sektor pendidikan, pemerintah kota juga menghadirkan program transportasi gratis bagi pelajar guna meringankan beban biaya keluarga sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat terus diperkuat melalui berbagai program untuk pelaku UMKM, mulai dari subsidi bunga pinjaman, bantuan usaha hingga penciptaan wirausaha baru. Program tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan Kota Pekanbaru hingga sekitar 3,1 persen. Di bidang pelayanan administrasi kependudukan, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman) yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Layanan jemput bola ini memungkinkan masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan secara lebih mudah, cepat, dan dekat tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
Sebagai wujud nyata semangat KolaborAksi, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan sebanyak 48 rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi ke-242. Berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat tersebut meliputi penghapusan sanksi administratif pajak daerah hingga 31 Agustus 2026, pemasangan instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, sunatan massal gratis bagi ribuan anak, hingga berbagai layanan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
Perayaan hari jadi tahun ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) gratis selama tiga hari, parkir gratis di sejumlah titik, promosi produk UMKM, serta penyelenggaraan Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer. Festival yang melibatkan pelaku usaha lokal tersebut menjadi ikon perayaan tahun ini dan berhasil menarik ribuan warga yang memadati lokasi sejak pagi hari. Tingginya antusiasme masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu perhelatan paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.

Festival Kue Talam Ketan Durian tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga menjadi representasi hidupnya budaya Melayu di tengah masyarakat modern. Keberhasilan festival tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang. Penghargaan itu menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Pekanbaru sekaligus membuktikan bahwa semangat KolaborAksi mampu melahirkan karya besar yang mengangkat budaya Melayu ke panggung nasional. Raihan MURI tersebut pun menjadi kado istimewa dalam peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru Tahun 2026.(Adv/Nom)