Jejak Satwa Muncul di Kebun Warga Langkai Siak, BBKSDA Riau Pastikan Bukan Jejak Harimau

Jejak Satwa Muncul di Kebun Warga Langkai Siak, BBKSDA Riau Pastikan Bukan Jejak Harimau

SIAK (Cakrabangsa.com) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Resor Siak melakukan pengecekan lapangan menyusul laporan masyarakat terkait ditemukannya jejak satwa liar di sekitar rumah dan perkebunan warga di Kampung Langkai, Kabupaten Siak.

Pengecekan dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat yang sebelumnya menemukan jejak satwa di sejumlah titik di sekitar permukiman. Dalam kegiatan tersebut, petugas Resor Siak turut melibatkan pemerintah kampung serta masyarakat setempat untuk melakukan pengamatan dan penelusuran di lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, jejak satwa ditemukan di area perkebunan warga yang diduga milik Pak Asiong dan dirawat oleh Ibu Samiah. Lokasi tersebut berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), sedangkan kawasan hutan produksi (HP) terdekat berjarak sekitar enam kilometer.

Tim Resor Siak bersama masyarakat dan perangkat kampung kemudian menyusuri sejumlah lokasi yang dilaporkan menjadi titik kemunculan jejak satwa.

Jejak pertama ditemukan di depan rumah Ibu Samiah dan di area kebun yang berada di samping rumah. Petugas selanjutnya melakukan pengecekan ke area perkebunan di belakang Pos Bhabinkamtibmas.

Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan jejak yang berdasarkan identifikasi sementara diduga merupakan jejak tapir dengan ukuran sekitar 20 sentimeter. Jejak serupa juga ditemukan di jalan tanah merah di sekitar lokasi.

Plh Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan, hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa jejak yang ditemukan bukan merupakan jejak Harimau Sumatera, melainkan diduga jejak tapir.

“Berdasarkan hasil identifikasi sementara di lapangan, jejak yang ditemukan di sekitar rumah dan kebun warga diduga merupakan jejak tapir, bukan jejak Harimau Sumatera,” ujar Ujang Holisudin, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar apabila kembali menemukan jejak atau keberadaan satwa di sekitar permukiman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa,” katanya.

Ujang juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau apabila kembali menemukan satwa liar maupun jejak keberadaannya di sekitar permukiman atau perkebunan.

“Apabila masyarakat kembali menemukan keberadaan atau jejak satwa liar, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan dan pemantauan lebih lanjut,” tuturnya.

Tapir merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi. Karena itu, masyarakat diminta tidak menangkap, mengejar, melukai, maupun melakukan tindakan lain yang dapat mengancam keselamatan satwa tersebut.

BBKSDA Riau bersama pemerintah setempat dan masyarakat akan terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan satwa di sekitar lokasi guna memastikan kondisi tetap aman bagi masyarakat maupun satwa liar.

Berita Lainnya

Index