Wako Pekanbaru Minta Warga Bersabar, Pelebaran Jalan Simpang SKA Ditargetkan Urai Kemacetan

Wako Pekanbaru Minta Warga Bersabar, Pelebaran Jalan Simpang SKA Ditargetkan Urai Kemacetan
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, meminta masyarakat bersabar menghadapi kemacetan di persimpangan Jalan Tuanku Tambusai-Jalan Soekarno Hatta atau Simpang Mal SKA. Kemacetan yang terjadi saat ini dinilai tidak terlepas dari proses pelebaran jalan dan penataan arus lalu lintas yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Agung menyatakan mendukung kebijakan Gubernur Riau dalam menata lalu lintas di Simpang SKA. Penataan tersebut, termasuk pembangunan dan pengaturan U-turn atau putaran balik kendaraan, diharapkan dapat mengurai kemacetan di salah satu persimpangan yang kerap dikeluhkan pengguna jalan di Pekanbaru.

Menurut Agung, pekerjaan yang sedang berlangsung memang berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan. Penyempitan lajur selama proses pengerjaan membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas sehingga kepadatan lalu lintas sulit dihindari.

Hal itu disampaikan Agung seusai menggelar rapat bersama jajaran terkait untuk membahas persoalan kemacetan di Kota Pekanbaru. Dalam rapat tersebut, ia mengaku telah menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai kondisi lalu lintas di Simpang SKA, termasuk kekhawatiran terhadap penataan U-turn di sejumlah titik.

"Saya mendukung apa yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Provinsi Riau ini. Kenapa? Karena memang U-turn itu insyaallah akan menghilangkan kemacetan, tapi kita perlu sabar," kata Agung, Kamis (28/10/2026).

Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas yang belum lancar perlu dilihat sebagai dampak dari pekerjaan yang belum rampung. Pelebaran jalan menjadi bagian penting dalam penataan kawasan tersebut agar kapasitas jalan dapat dimanfaatkan secara optimal setelah pembangunan selesai.

Agung menyebutkan, selama pengerjaan berlangsung, kendaraan yang melaju lurus di beberapa bagian jalan hanya dapat menggunakan satu lajur. Namun, setelah pelebaran selesai, lebar jalan diharapkan kembali memadai sehingga arus kendaraan yang lurus maupun yang berbelok dapat diatur dengan lebih baik.

"Jalan itu dilebarkan. Kalau sekarang memang jalan lurusnya tinggal satu ruas, tapi berikutnya jalan itu akan sama nanti besarnya dengan jalan utama. Jadi, tinggal yang belok-belok dan yang lurus-lurus," jelasnya.

Karena itu, Agung meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum seluruh pekerjaan selesai. Menurutnya, hasil penataan jalan dan U-turn akan lebih terlihat setelah proses pembangunan dituntaskan.

Ia berharap, pelebaran jalan dan penataan arus lalu lintas tersebut dapat meningkatkan kapasitas jalan serta mengurangi potensi kemacetan di Simpang SKA.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Agung, akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung upaya penanganan kemacetan di kawasan tersebut.

"Kita perlu memberitahu kepada masyarakat agar tuntaskan dulu semua. Kita harus bersabar. Insyaallah ini akan mengurai kemacetan. Biarkan juga pemerintah kota terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index