Pemko Pekanbaru Prioritaskan Drainase di Kawasan Rawan Banjir Jelang Musim Hujan

Pemko Pekanbaru Prioritaskan Drainase di Kawasan Rawan Banjir Jelang Musim Hujan
Foto : Dok. PUPR Pekanbaru

PEKANBARU (Cakrabangsa.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Riau, memperkuat upaya mitigasi banjir menjelang musim penghujan. Pembersihan parit dan saluran drainase kini diprioritaskan di kawasan yang selama ini rawan mengalami genangan saat hujan turun.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan tim Lestari serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut telah disampaikan sekitar dua pekan lalu. Pada tahap awal, tim Lestari diarahkan membersihkan parit dan saluran drainase, termasuk mengatasi pendangkalan serta sumbatan yang dapat menghambat aliran air.

"Sekarang kita fokuskan ke daerah yang di setiap kelurahan itu memang selama ini berpotensi rawan genangan. Jadi, kita arahkan ke situ," kata Markarius, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, pola kerja tim Lestari kini diarahkan agar lebih efektif dan tepat sasaran. Jika sebelumnya pembersihan dilakukan di sejumlah kawasan tanpa memprioritaskan tingkat kerawanan banjir, kini kegiatan difokuskan pada titik-titik yang memiliki riwayat genangan.

Selama dua pekan pelaksanaan, camat dan lurah juga diminta memetakan wilayah rawan banjir di daerah masing-masing serta mengidentifikasi solusi yang diperlukan. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Markarius mengatakan, pihaknya berencana kembali memanggil seluruh camat dan lurah dalam pekan ini untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas tim Lestari, termasuk hasil pemetaan dan upaya pembersihan drainase yang telah dilakukan.

"Seluruh lurah saya minta memetakan daerah masing-masing, mana yang berpotensi rawan, apa solusinya. Saat hujan, dilihat dan dicek," jelasnya.

Hasil pemantauan ketika hujan turun, termasuk lokasi yang masih mengalami genangan, akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun rekomendasi penanganan berikutnya.

Dengan langkah tersebut, pengerahan personel untuk kegiatan gotong royong maupun dukungan peralatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan.

Selain mengoptimalkan tim Lestari dan gotong royong masyarakat, Pemko Pekanbaru juga memperkuat koordinasi lintas OPD untuk menangani persoalan drainase yang tidak dapat diselesaikan secara manual.

Markarius mengakui, tim Lestari memiliki keterbatasan personel dan peralatan. Karena itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Beberapa pekerjaan memang tidak bisa dibersihkan oleh tim Lestari karena membutuhkan alat. Itu kita hubungkan dengan PUPR agar mendapat dukungan. Kita sudah arahkan PUPR untuk memprioritaskan pekerjaan penanganan dan antisipasi genangan serta banjir," ungkapnya.

Markarius menegaskan, penanganan drainase harus mengutamakan kawasan yang paling membutuhkan perhatian, terutama lokasi dengan risiko genangan tinggi. Permintaan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah, tetapi pelaksanaan pekerjaan akan disesuaikan dengan tingkat urgensi dan kebutuhan di lapangan.

Melalui langkah tersebut, Pemko Pekanbaru berharap aliran air di saluran drainase tetap lancar sehingga risiko genangan dan banjir saat intensitas hujan meningkat dapat diminimalkan.

Berita Lainnya

Index