PEKANBARU (Cakrabangsa.com) — Kecelakaan lalu lintas tragis merenggut nyawa seorang mahasiswi di Jalan Siak II Jalur Timur, tepatnya di kawasan Bundaran Restu Ibu, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 07.58 WIB.
Korban diketahui bernama Aliza Thahira Fitri (19). Ia meninggal dunia di tempat kejadian setelah terlindas dump truck yang langsung melarikan diri usai insiden.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BM 2985 ABT dari arah utara menuju selatan di jalur kiri.
“Sesampainya di lokasi, korban diduga menghantam lubang di badan jalan hingga kehilangan kendali dan terjatuh ke arah kanan. Pada saat bersamaan, sebuah dump truck yang melintas dari arah yang sama melindas korban,” ujar Satrio.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Hingga kini, identitas pengemudi dump truck belum diketahui. Sopir tersebut melarikan diri dan masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Sejumlah saksi mata menyebutkan kondisi jalan di sekitar bundaran memang rusak dan berlubang, sehingga membahayakan pengendara, terutama saat arus lalu lintas padat di pagi hari.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan cuaca dalam kondisi cerah dengan arus lalu lintas sedang. Jalan di lokasi merupakan jalur satu arah, namun terdapat beberapa titik kerusakan pada permukaan aspal.
Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh faktor jalan berlubang yang menyebabkan korban kehilangan kendali. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan, termasuk upaya mengungkap identitas sopir truk yang kabur.
Akibat insiden ini, sepeda motor korban mengalami kerusakan pada bagian bodi kanan dengan kerugian material diperkirakan sekitar Rp500 ribu.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya ketika melintasi ruas jalan yang rusak, guna mencegah kejadian serupa terulang.